Menhan Sjafrie Perkenalkan Doktrin Perisai Trisula Nusantara ke Capaja TNI-Polri

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri Tahun 2026 di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/7).
Dalam kesempatan itu, Menhan Sjafrie mengenalkan doktrin baru TNI, Perisai Trisula Nusantara, yang disahkan pada 2 Juli lalu.
Sjafrie menyebut, pertahanan negara yang kuat, ada TNI di dalamnya yang menjaga kedaulatan nasional.
Baca Juga: Hadapi Perang Modern, TNI AL Pastikan Pusat Data Bebas Celah Siber
“Dari strategi pertahanan ini, TNI mempunyai satu doktrin dalam pembangunan kekuatan pertahanan negara yang disebut sebagai doktrin Perisai Trisula Nusantara,” kata Sjafrie.
Untuk menjalankan doktrin Perisai Trisula Nusantara, lanjut Sjafrie, TNI harus diperkuat baik moral, moril maupun materiil.
“Agar mampu dan sanggup untuk mempertahankan wilayah nasional NKRI,” tutur Menhan RI.
Sebagaimana diketahui, doktrin Perisai Trisula Nusantara merupakan turunan dari konsep defensif aktif. Perubahan lingkungan strategis global dan karakter peperangan modern menuntut TNI memiliki doktrin yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab tantangan operasi militer masa kini, sehingga TNI memiliki doktrin baru.
Baca Juga: Beredar Video Mama-mama Papua Digantung OPM, TNI Beri Penjelasan
Kepada para Capaja, Sjafrie juga menekankan bahwa warisan semangat juang Generasi 45 harus terus dilestarikan.
“Dengan menjadikan patriotisme, nasionalisme, profesionalisme, dan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap pengabdian,” kata Sjafrie.
Menhan juga mengingatkan perwira TNI dan Polri harus unggul dalam pengetahuan, tangguh dalam karakter, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, ancaman siber, serta perang informasi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































