Menhan Sjafrie Kenang Laksamana Widodo AS sebagai Perwira yang Mengabdi di Dua Zaman

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengenang almarhum Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto sebagai sosok perwira yang mengabdi pada dua zaman, yakni saat transisi dari orde baru ke era reformasi.
“Di tengah transisi yang penuh tantangan, beliau mengambil peran penting dalam menjaga persatuan dan soliditas ketiga matra TNI,” kata Sjafrie dalam keterangannya, dikutip Senin (26/10).
Baca Juga: Terima Brevet Korpasgat, KSAL Disahkan jadi Warga Kehormatan Pasukan Elite TNI AU
Menhan Sjafrie juga menyebut almarhum Widodo AS sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan serta siap menghadapi risiko dan memikul tanggung jawab atas keputusannya.
“Salah satu warisan penting almarhum adalah keteguhannya mempertahankan pembinaan teritorial.Beliau memahami arti penting hubungan TNI dengan rakyat dan keberlanjutan pembinaan teritorial bagi pertahanan negara,” tutur Sjafrie.
Sjafrie berharap, keberanian, keluasan pandangan, dan ketulusan pengabdian almarhum Widodo AS bisa menjadi teladan bagi generasi penerus untuk senantiasa menjaga persatuan TNI.

“Dan menempatkan kepentingan bangsa serta negara di atas segalanya,” ucap Sjafrie.
Diketahui, Widodo AS yang merupakan panglima TNI periode 1999-2002, mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (24/10) pukul 21.30 WIB. Widodo merupakan panglima TNI pertama dari matra laut.
Baca Juga: Gerak Cepat Helikopter TNI AU Padamkan Karhutla di Gunung Lawu dan Ceremai
Mantan Kepala Staf TNI AL (KSAL) itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (2007), Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (2009), Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres (2010-2014), serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2004-2009).
Jenazah Widodo AS telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/10), lewat upacara militer.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































