HANKAM

Menhan Sjafrie ke Prajurit Yonif TP: Kalian Harus Siaga Antisipasi Karhutla

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi marshalling area Yonif TP 886/Panjalu Jayati (PJ) di Tulungagung, Jawa Timur. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta prajurit Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) untuk siaga mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Permintaan itu disampaikan Menhan Sjafrie saat berkunjung ke marshalling area Yonif TP 886/Panjalu Jayati (PJ) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (29/10), dalam rangka meninjau secara langsung kesiapan dan kondisi satuan.

Kepada para prajurit, Sjafrie mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan prajurit dalam merespons potensi bencana di wilayah tugas, khususnya ancaman kebakaran.

Baca Juga: Oknum Prajurit TNI AD Serang Polisi, Kazidam XV/Pattimura Minta Maaf

"Sebagai prajurit sapta marga, kalian harus siap siaga mengantisipasi bahaya kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan, maupun kebakaran pemukiman warga. Jadilah prajurit yang tangguh dan siap mengambil risiko dalam menjalankan tugas serta menjaga kehormatan dirimu sebagai prajurit sapta marga,” kata Sjafrie.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Kepada para prajurit Yonif TP/886, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan prajurit dalam merespons potensi bencana di wilayah tugas, khususnya ancaman kebakaran. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Sjafrie juga menggarisbawahi dua fungsi utama Yonif TP sebagai satuan tempur sekaligus satuan teritorial pembangunan. Ia menyebut, setiap prajurit wajib menguasai kualifikasi tempur dasar, seperti mahir menembak, bela diri, dan patroli untuk mencari serta menemukan sasaran.

Di sisi lain, prajurit juga harus mampu menjalankan fungsi teritorial melalui kompi fungsional seperti konstruksi, produksi (pertanian, peternakan, dan perikanan), serta kesehatan guna membantu pemerintah daerah dan menyejahterakan masyarakat sekitar.

Baca Juga: TNI AD Cetak Sawah 455,2 Hektare di Halmahera Timur

Sjafrie juga menegaskan pentingnya sejarah penempatan Yonif TP 886/PJ sebagai batalion infanteri pertama yang berkedudukan secara permanen di Tulungagung.

“TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat. Seluruh fasilitas, pangkalan, dan perlengkapanmu berasal dari rakyat. Karena itu, tugasmu adalah membalas jasa rakyat dengan memberikan rasa aman, nyaman, dan membantu kesulitan warga sekitar. Jaga disiplin, patuhi pimpinan, serta jangan sekali-kali melanggar aturan,” kata Menhan RI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.