Menhan Sjafrie: Indonesia Dorong Pembentukan Fasilitas Pelatihan Bersama di ASEAN

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan perlunya soliditas ASEAN untuk berkomitmen menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan, tanpa agresi.
"Indonesia menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dan stabilitas regional melalui respons kolektif tanpa agresi untuk melindungi kedaulatan nasional," ujarnya saat menghadiri Shangri-La Dialogue Sherpa Meeting, Singapura, dikutip dari akun Instagram @sjafrie.sjamsoeddin, Selasa (21/1).
Baca Juga: Lanal Nunukan Gagalkan Penyelundupan Calon Pekerja Migran Ilegal
Dalam upaya soliditas ASEAN tersebut, Sjafrie mengatakan Indonesia mendorong pengembangan kapasitas pertahanan yang selaras dengan pembangunan ekonomi.
"Pentingnya kerja sama teknologi dan pembentukan fasilitas pelatihan bersama di ASEAN," kata Sjafrie.
Baca Juga: Panglima TNI Resmikan Barak Siaga Denjaka
Menurutnya, komitmen terhadap keamanan dan perdamaian di kawasan dapat terwujud kesadaran saling menghormati dan keinginan untuk menciptakan manfaat secara bersama-sama.
"Oleh karena itu, Indonesia mengajak negara mitra untuk bersama-sama memperkokoh stabilitas kawasan dan mendukung pembangunan nasional," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































