Menhan Sjafrie Dianugerahi Bintang Legiun Veteran RI

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin menerima Penganugerahan Tanda Penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), di kantor Kementerian Pertahanan, Rabu (8/1).
Penganugerahan Bintang LVRI yang diberikan kepada Menhan Sjafrie adalah sebagai tanda penghargaan tertinggi dari LVRI atas partisipasi dan kontribusi positifnya pada kemajuan Legiun Veteran Republik Indonesia.
Baca Juga: Diikuti 636 Prajurit Siswa, Danlanud Adi Soemarmo Buka Latganda Prasis Semata PK TNI AU A-88
"Dengan penuh rasa hormat, saya mendapatkan penganugerahan Tanda Penghargaan berupa BINTANG LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA. Sebuah penghargaan bagi para pejuang bangsa yang telah mengabdikan diri bagi perkembangan dan kemajuan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)," tulis Sjafrie melalui Instagram @sjafrie.sjamsoeddin.

"Terima kasih atas penghargaan yang diberikan, semoga semangat juang ini terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus," sambungnya.
Baca Juga: Kala Santri dari Lebak Memegang Senjata
Turut hadir dalam pemberian penghargaan bintang LVRI yaitu Wamenhan, Rektor Unhan RI, Irjen Kemhan, Kabaranahan Kemhan dan anggota LVRI. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































