Menhan Sjafrie Dapat Laporan, Masih Ada Bintara-Perwira Yonif TP yang Sewa Tempat Tinggal di Luar Pangkalan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa pemerintah akan memastikan tempat tinggal atau hunian bagi para prajurit Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat melaksanakan kunjungan kerja ke marshalling area Yonif TP 921/Alang Impang di Desa Loreh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (3/10).
Sjafrie secara khusus memberikan instruksi tegas terkait penyiapan fasilitas perumahan dan sarana pangkalan bagi seluruh prajurit dan keluarga di dalam marshalling area. Sebab, ia mendapat laporan masih ada bintara hingga perwira yang menyewa kos atau kontrak rumah.
Baca Juga: Tertarik Perang Hutan, Belanda Kirim Instruktur Belajar ke Marinir TNI AL
“Saya telah menerima laporan bahwa masih terdapat bintara dan perwira yang tinggal dengan menyewa tempat tinggal di luar pangkalan. Untuk itu, saya menginstruksikan agar segera disiapkan hunian di dalam pangkalan, sembari menunggu pembangunan pangkalan permanen selesai,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI.
Ke depan, Sjafrie berharap seluruh prajurit dapat tinggal di dalam pangkalan sehingga lebih mudah menjalankan tugas dan menjaga kesiapsiagaan.
“Negara akan memastikan kebutuhan dasar prajurit terpenuhi, termasuk penyediaan makanan melalui dapur pangkalan. Dengan demikian, prajurit dapat lebih fokus melaksanakan tugas negara secara optimal,” tutur Menhan RI.
Baca Juga: Pangkormar Kumpulkan 41 Perwira Marinir yang Naik Pangkat jadi Kolonel
Kepada para prajurit Yonif TP, Sjafrie mengingatkan pentingnya memegang teguh nilai-nilai sapta marga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI.
Menhan juga menekankan agar seluruh prajurit menjaga hubungan yang harmonis dengan warga setempat, membantu pembangunan fasilitas pedesaan,serta tidak sekali-kali menyakiti hati rakyat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































