Menhan Sjafrie Beri Tiga Pesan Khusus untuk Pejabat Kemhan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan tiga pesan khusus dalam pengarahannya kepada para pejabat struktural Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Hal tersebut disampaikan oleh Sjafrie dalam kunjungan pertamanya sebagai Menhan di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/10).
Sjafrie memberikan tiga pesan khusus dalam pengarahannya kepada para pejabat Eselon I, II, III Kemhan, yaitu menjaga kekompakan, disiplin, dan mengembangkan sistem kerja sama.
Baca Juga: Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 2 WNA Cina ke Batam
"Harapan saya ke depan mengajak para pemimpin Kemhan untuk terus menjaga kekompakan, agar Kemhan menjadi institusi teladan di antara institusi lain," ucap Sjafrie, dikutip dari keterangan Humas Kemhan.
Terlebih, lanjut Sjafrie, kedudukan Kemhan berbeda dengan kementerian lain. Secara undang-udang Kemhan mempunyai tugas penentu kebijakan dan strategi sekaligus dukungan adminitrasi TNI.

"Kemhan adalah bapak asuh TNI sekaligus pembantu presiden RI dalam menentukan kebijakan pertahanan negara," katanya.
Dalam situasi ini, menurut Sjafrie rakyat memerlukan kenyamanan dan keamanan hidup. Untuk itu Kemhan terpanggil dalam mewujudkan rasa aman dan nyaman. "Terkait hal ini saya menekankan harus menjadi tauladan dan menjadi pendidik untuk mempunyai daya saing yang tinggi," ujarnya.
Baca Juga: Koops Habema Gelar Komsos di Distrik Aifat Selatan
Pascadilantik menjadi Menhan periode 2024-2029, Sjafrie melakukan sejumlah kunjungan kerja perdana seperti ke Markas Besar (Mabes) TNI dan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), pada Selasa (29/10) kemarin.
Saat di Mabes TNI, Sjafrie bertemu dengan Panglima Jenderal Agus Subiyanto yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono. Dalam kujungan ini, Sjafrie membahas agenda penguatan pertahanan di antaranya mengenai pemeliharaan alutsista hingga reformasi birokrasi pertahanan.
Pada hari yang sama, Sjafrie kembali melanjutkan safarinya ke Mabesad dan bertemu dengan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menerima laporan Maruli terkait sejumlah program kerja TNI AD berikut kebutuhan satuan-satuan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































