HANKAM

Menhan Sjafrie Beri Kode TNI Tidak Akan Bentuk Angkatan Siber

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan kode TNI tidak akan membentuk angkatan siber.

Kode tersebut disampaikan Menhan Sjafrie menjawab pertanyaan awak media terkait pertemuannya dengan Chief of Defence Force Singapore Armed Forces (SAF) Vice Admiral Aaron Beng di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Selasa (22/7) lalu.

Baca Juga: Tiga Komitmen Kerja Sama TNI AL dan Angkatan Laut UEA

Sjafrie menyebut, TNI tidak perlu memiliki kepala staf siber yang memimpin angkatan. “Mereka (SAF) punya kepala staf siber. Setiap negara kan punya tipikal masing-masing, kan sibernya sudah ada sama teman-teman ini semua. Ya kita tinggal kolaborasi saja, tidak usah bikin kepala staf angkatan baru (angkatan siber), di TNI ada satuan siber,” tutur Sjafrie ditemui di kantor Kemenhan, Rabu (6/8).

Satuan Siber TNI, kata Sjafrie, harusnya dikerjakan lewat kolaborasi militer dan sipil. Terlebih, Indonesia menganut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).

“(Menganut) total defense. Kemampuan sipil dan militer harus menjadi satu. Ini yang sekarang kita kerjakan,” ujar Sjafrie.

Baca Juga: Tinjau Alutsista di UAE, KSAL Pelajari Teknologi dan Cari Opsi Modernisasi

Sjafrie menyebut, sistem pertahanan Indonesia harus kolaborasi dengan sipil. Menhan RI mengatakan, kolaborasi militer-sipil merupakan potensi untuk memperkuat TNI apabila negara dalam emergency atau keadaan darurat.

Adapun pada pertemuannya dengan Vice Admiral Aaron Beng, Menhan Sjafrie salah satunya menjajaki peluang kerja sama di bidang siber.

Dalam beberapa tahun terakhir, Singapura telah membentuk Digital Intelligence Service yang secara khusus berfokus pada isu-isu siber. Di sisi lain, TNI sedang menggodok pembentukan angkatan siber. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.