Menhan Sjafrie Anugerahi Satyalancana ke Personel Jepang yang Terlibat Penanganan Karhutla Kalimantan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan tanda kehormatan dari pemerintah Indonesia kepada personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) yang telah memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.
Tanda kehormatan berupa Satyalancana Dharma Samudera yang diberikan di atas kapal JMSDF, JS Kunisaki, yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait melalui keterangannya, mengatakan bahwa pemberian Satyalancana Dharma Samudera merupakan bentuk penghargaan resmi dari Indonesia atas kontribusi luar biasa personel JMSDF dalam mendukung upaya kemanusiaan penanggulangan bencana karhutla.
Baca Juga: Warga Bisa Naik Kapal Perang Rusia di Tanjung Priok 2 Oktober, Cek Jadwalnya
“Sebanyak 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) tercatat menerima penghargaan tersebut, di mana 92 personel hadir secara langsung sebagai perwakilan dalam pelaksanaan upacara,” kata Rico dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, penyematan tanda kehormatan secara simbolis diberikan kepada tiga perwakilan utama pimpinan JDR, yakni Commander Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide, dan Commander Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.

Menhan Sjafrie menekankan bahwa kehadiran bantuan dan pengerahan unsur JMSDF merupakan wujud konkret dari implementasi hubungan bilateral serta kerja sama pertahanan atau defense cooperation agreement (DCA) antara Indonesia dan Jepang, baik yang sedang berjalan maupun di masa depan.
“Kerja sama pertahanan tidak hanya diwujudkan melalui dialog atau latihan militer semata, tetapi juga diterjemahkan secara nyata ke dalam aksi kemanusiaan di saat masyarakat menghadapi krisis, berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit,” kata Sjafrie.
Baca Juga: Kapal Perang PPA Italia Sandar di Jakarta, Saudara Kembar KRI Brawijaya TNI AL!
Diketahui, pemerintah Jepang merampungkan operasional helikopter Chinook untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan. Keputusan itu dikeluarkan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Selasa (29/9).
Selama beroperasi, tiga unit helikopter Chinook telah melakukan 40 kali operasi udara atau water bombing dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air.
Operasi yang tergabung dalam satuan tugas udara tersebut dimulai sejak 16 September 2026. Pengeboman air dilakukan armada Chinook di wilayah Kalimantan Barat, seperti Pontianak dan Ketapang.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































