HANKAM

Menhan Prabowo : Taat Prokes dan Vaksinasi Covid-19 Wujud Bela Negara

Menhan Prabowo : Taat Prokes dan Vaksinasi Covid-19 Wujud Bela Negara
Dok. Kemhan

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyampaikan taat protokol kesehatan dan ikut vaksinasi Covid-19 merupakan wujud bela negara yang dapat dilakukan oleh rakyat Indonesia selama pandemi. Pasalnya, pandemi Covid-19 merupakan bagian dari ancaman yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi dan sosial.

“Di era dimana ancaman pandemi Covid-19 belum berakhir, bangsa Indonesia masih berjuang melawan virus. Banyak hak yang dapat dilakukan (sebagai wujud bela negara) salah satunya mengikuti vaksin dan mematuhi protokol kesehatan," tutur Prabowo.

  • Dok. Kemhan

Dalam seminar bertajuk "Bela Negara di Masa Pandemi", Prabowo menerangkan protokol kesehatan itu antara lain memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.Terkait itu, ia pun menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas pegawai Kementerian Pertahanan, serta anggota TNI dan Polri, karena bela negara merupakan tugas seluruh rakyat Indonesia.

"Untuk itu, saya mengajak kita semua menjalankan tugas dan kewajiban kebangsaan serta bersama-sama lakukan yang terbaik untuk bangsa. Tunjukkan kita kuat menghadapi pandemi," ujar Prabowo.

Ia juga menyampaikan wujud bela negara bukan hanya mengangkat senjata, melainkan bekerja sesuai profesi dan kemampuannya serta berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara.

"Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi masing-masing, apapun pendidikan, kota, latar belakang, pekerjaan, kita punya hak dan kesempatan yang sama untuk bela negara. Saya yakin kita dapat melakukan bela negara bersama dan mampu melewati masa-masa Covid-19," kata Menhan.

Dalam acara yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemhan, Ketua Umum DWP Erni Tjahjo Kumolo menegaskan upaya menghadapi pandemi COVID-19 merupakan salah satu wujud bela negara."Bela negara umumnya dikaitkan upaya mempertahankan negara dari serangan militer asing. Saat ini bela negara dimaksudkan memperkuat nasionalisme dan patriotisme warga negara Indonesia di tengah ancaman terorisme internasional, aksi kekerasan berbau SARA, dan sekarang pandemi Covid-19," kata Erni Tjahjo Kumolo.

Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk terlibat aktif membantu pemerintah dan tenaga kesehatan menghadapi Covid-19.

"Bila kondisi ini dianggap sebagai medan pertempuran menghadapi bencana, dokter dan tenaga kesehatan adalah prajurit yang harus berada di garis depan. Namun, tidak cukup mengandalkan tenaga kesehatan, tidak cukup meminta pemerintah mengatasi bencana ini. Keberadaan seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan," ucapnya. (wan/man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.