Menhan Prabowo: Perang Masa Depan Adalah Perang Pangan

Jakarta, IDM- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan perang di masa depan adalah perang menguasai sumber alam, khususnya pangan. "Meski sekarang kita tidak dalam suasana perang, banyak ahli yang memprediksi bahwa perang masa depan adalah perang menguasai sumber alam dan terutama pangan," kata Prabowo, Jumat (23/10).
Perang masa depan ini menjadi perhatian Prabowo saat memberi sambutan di Rapat Senat Terbuka Dies Natalies ke-57 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disiarkan secara daring. Melalui pidato berjudul 'Dukungan Sektor Kehutanan untuk Kedaulatan Pangan Nasional', Prabowo menyatakan sektor kehutanan berperan penting dalam ketahanan nasional.
Menurutnya, kekhawatiran soal perang pangan ini beralasan jika mencermati perkembangan dan dinamika strategi global, regional, dan nasional. "Salah satunya seperti jumlah penduduk semakin meningkat tetapi lahan pertanian malah menyusut karena masifnya alih fungsi lahan," katanya.
Prabowo menyoroti banyaknya lahan pertanian berubah menjadi real estate. "Pertanyaannya adalah apakah kita bisa makan semen? Apakah kita bisa makan beton? Untuk apa menara-menara apartemen real estate yang hebat-hebat kalau rakyat tidak bisa makan," ujarnya.
Menurut Prabowo, gambaran penyusutan lahan pangan ini mempertegas tesis Robert Malthus bahwa pertumbuhan penduduk cenderung melampaui pertumbuhan makanan. Untuk itu, ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan harus menjadi tekad bersama."Salah satu sumber daya alam yang penting terkait dengan kedaulatan pangan adalah berasal dari sumber daya hutan," katanya.
Pasalnya lahan hutan Indonesia menghasilkan aneka ragam pangan, seperti padi, jagung, kacang-kacangan, ubi kayu, dan kayu berkualitas premium. Kekayaan ini menarik bagi kolonialisme Eropa yang awalnya mencari rempah-rempah. Namun kemudian, Prabowo menyatakan, pihak kolonial memandang Indonesia menjadi sumber kekayaan yang harus diperas. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































