Menhan Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Negara

Kamboja, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral sejumlah negara, yakni Australia, Korea Selatan dan Vietnam. Kegiatan itu dilakukan Prabowo di sela ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Retreat dan ADMM-Plus di Kamboja, Selasa (12/11).
Dalam perjumpaan tersebut, Menhan Prabowo bertemu dengan menteri pertahanan dari ketiga negara secara terpisah. Satu hal yang menjadi sorotan adalah ungkapan puas Menhan Prabowo atas kerja sama bidang pertahanan yang telah terjalin.
Menhan Vietnam Jenderal Phan Van Giang bahkan berharap dapat mencontoh dan bekerja sama lebih lanjut dengan pemerintah Indonesia yang menurutnya, sejauh ini telah efektif dalam membangun industri membangun industri pertahanan dalam negeri.

Selain itu, Phan juga menggarisbawahi beberapa hal terkait kerja sama industri pertahanan dengan sejumlah perusahaan industri pertahanan Indonesia yang menghasilkan produk unggulan alutsista kelas dunia dan menembus pasar eropa.
“Kami butuh ketersediaan Bapak Prabowo untuk menerima kami sebagai partner walaupun kami tentunya akan belajar banyak dari Indonesia,” kata Phan.
Merespons hal tersebut, Menhan Prabowo mengungkapkankan kemajuan signifikan industri pertahanan tanah air dalam mengejar ketertinggalan dengan negara produsen alutsista lainnya. Ia mengatakan hal itu merupakan titik terang bagi Indonesia menuju negara yang semakin berdaulat dan sejahtera.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dukungan datang dari Menhan Australia Richard Marles. Dalam pertemuan dengan Menhan Prabowo, Marles bahkan menyebut Indonesia memiliki peran penting untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat dan bekelanjutan, salah satunya melalui Presidensi G20.
Dalam kesempatan itu, Marles juga menyampaikan rasa dukacitanya atas gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Sebaliknya Menhan Prabowo mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan bantuan yang diberikan pemerintah Australia untuk Indonesia, termasuk saat pandemi Covid-19. Keduanya berharap kolaborasi antar Indonesia dan Australia yang sudah terjalin baik, dapat terus meningkat.
Ungkapan dukacita juga diutarakan Menhan Prabowo saat bertemu Menhan Korea Selatan, Lee Jong-Sup. Ia menyampaikan simpatinya kepada keluarga korban peristiwa di Itaewon yang terjadi 29 Oktober lalu.
Atas kerja sama yang terjalin dengan Korea Selatan, Menhan Prabowo mengaku tidak hanya puas dengan hasilnya, tapi juga berencana kembali mengunjungi negeri ginseng untuk menindaklanjuti program yang telah terjalin selama ini. (nhn/un/at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































