HANKAM

Menhan Prabowo Hadiri Trilateral Cooperative Arrangement di Malaysia

Menhan Prabowo Hadiri Trilateral Cooperative Arrangement di Malaysia
(Dok : Instagram/hishammuddinhussein)

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) yang berlangsung di Malaysia, Senin (28/3). Pertemuan tingkat menteri ini dipimpin oleh Menteri Senior Pertahanan Malaysia, YB Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein dan turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Nasional Republik Filipina, Delfin N. Lorenzana.

TCA menjadi wadah untuk mempererat hubungan dan komitmen kuat yang telah lama terjalin di antara ketiga negara atas regulasi yang telah diresmikan pada tahun 2016. Pertemuan tersebut berhasil menjadi platform bagi Malaysia, Indonesia, dan Filipina untuk mengkaji kemajuan hubungan trilateral mereka dan membahas berbagai masalah penting.

Para pemimpin menyatakan rasa puasnya dengan kegiatan bersama, patroli laut dan udara, pertukaran informasi, serta status operasional Maritime Command Center (MCC) di Tawau, Tawi-Tawi, dan Tarakan. Selain itu, ketiga pemimpin ini juga memiliki kesempatan untuk bertukar pandangan tentang situasi keamanan di Laut Sulu dan Laut Sulawesi dan menyadari perlunya memperkuat kerja sama untuk mengurangi ancaman di wilayah maritim yang menjadi perhatian bersama.

Pertemuan tersebut secara umum berbagi pandangan agar ketiga negara dapat bekerja sama secara erat di berbagai bidang. Terdapat empat poin yang dibahas oleh ketiga pemimpin ini. Yang pertama adalah mengoptimalkan proses komunikasi ketiga MCC untuk memungkinkan pertukaran informasi, pemantauan dan pelaksanaan kegiatan pengawasan laut dan udara yang efektif. Ini termasuk mempercepat pengerahan Trilateral Maritime Patrol Liaison Officer (TMP LO) permanen di MCC masing-masing negara.

Kedua, untuk terus meningkatkan kehadiran di laut yang meliputi pelaksanaan latihan maritim trilateral untuk memperkuat show of force gabungan serta untuk mencegah ancaman keamanan di wilayah maritim yang menjadi perhatian bersama;

Ketiga, operasi pengawasan regulasi di masa depan akan didorong oleh intelijen untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil akan lebih produktif dan akurat untuk mengurangi kegiatan jaringan kejahatan-teror di kawasan.
Keempat , meningkatkan keterlibatan dan komitmen strategis di antara ketiga negara melalui perbaikan struktur, komunikasi dan koordinasi TCA yang berkelanjutan.

Pertemuan tersebut juga mengapresiasi antusiasme dan dedikasi angkatan bersenjata ketiga negara dalam bekerja sama menjaga perairan negara-negara pesisir agar tetap aman, meskipun ada pembatasan dan keterbatasan dalam melakukan kegiatan akibat pandemi.

Selain itu, pertemuan tersebut juga mengakui adanya laporan nol insiden Kidnaping for Ransom (KFR) pada tahun 2021 yang menandakan bahwa TCA berada di jalur yang tepat. Semua pemimpin memperbarui komitmen mereka untuk mendukung regulasi yang telah disepakati dan berharap untuk melanjutkan kegiatan penuh tahun ini. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.