Menhan Prabowo Hadiri The IISS Riyadh Defense Forum 2022

Riyadh, IDM - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri The IISS (International Institute for Strategic Studies) Riyadh Defense Forum 2022 yang berlangsung pada 5 Maret di Ritz Carlton, Riyadh. Forum ini merupakan pertemuan para menteri pertahanan, pejabat senior, sampai komunitas bisnis untuk mengkaji kebijakan dan ekonomi pertahanan di Timur Tengah dalam konteks global.
The IISS Riyadh yang dijadwalkan diadakan sebelum pameran Alutsista atau World Defense Show ini dihadiri oleh beberapa delegasi dari Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Dalam pertemuan ini, mereka mengkaji pembuatan kebijakan yang mendorong tren-tren ekonomi pertahanan. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang sebagai pertemuan bilateral dan multilateral untuk saling bertukar pikiran mengenai kebijakan, struktur, dan kemampuan khususnya di sektor pertahanan.
Forum secara khusus ini menjadi penting bagi seluruh peserta yang ingin terlibat di kawasan Timur Tengah serta memahami dinamika yang dihadapi oleh para pembuat kebijakan yang dapat memengaruhi pertahanan nasional, baik dari sisi industri sampai kemampuannya. (nhn)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































