HANKAM

Menhan Prabowo Hadiri Rapat Tertutup dengan Komisi I DPR RI

Menhan Prabowo Hadiri Rapat Tertutup dengan Komisi I DPR RI
Menhan Prabowo Hadiri Rapat Tertutup dengan Komisi I DPR RI

Jakarta,IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/9). Rapat yang dipemimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid tersebut digelar secara tertutup setelah mendapat kesepakatan dari para peserta rapat.

Adapun agenda yang dibahas dalam rapat Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan RI kali ini adalah tentang pertanggungjawaban anggaran TA 2021 dan rancangan anggaran APBN TA 2023.

Dalam rapat tersebut Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Agustinus Gustaf Brugman yang hadir mewakili Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. (gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.