Menhan Prabowo dan Athan Australia Bahas Peningkatan Hubungan Pertahanan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Atase Pertahanan Australia Brigadier Justin Roocke, di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Rabu (01/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Prabowo dan Brigadier Justin membahas sejumlah hal yang terkait dengan peningkatan hubungan pertahanan kedua negara. Dengan jalinan pertahanan yang begitu erat, Indonesia-Australia tercatat telah menjalin kerja sama pertahanan dalam berbagai bentuk, salah satunya di bidang pendidikan dan pelatihan para personel militer, serta pertukaran informasi intelijen.
Kerja sama pertahanan antara kedua negara telah menguat selama lebih dari setengah abad, sejalan dengan sektor-sektor hubungan bilateral lainnya. Kerja sama tersebut sangat produktif dan saling menguntungkan kedua negara dalam banyak hal.

Tak hanya itu, sebagai negara bertetangga, Indonesia dan Australia juga memiliki perhatian yang sama atas sejumlah isu yang tengah berkembang di kawasan. Kedua negara menyadari betul akan pentingnya upaya bersama dengan menjalin kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara di kawasan. (NHN/YAS)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































