HANKAM

Menhan Prabowo Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Poltekhan di Atambua

Menhan Prabowo Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Poltekhan di Atambua
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan kampus politeknik Aloysius Benedictus Mboi (Ben Mboi), Atambua, Kamis (24/3). (Dok IDM)

Atambua, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan kampus politeknik Aloysius Benedictus Mboi (Ben Mboi) Universitas Pertahanan Republik Indonesia di Belu, Atambua, Kamis (24/3).

Dalam laporannya, Menhan Prabowo menyebut bahwa Politeknik Pertahanan (Poltekhan) Unhan RI memiliki tujuh program studi dengan 175 kadet. 75 kadet yang berasal dari NTT dan berbagai provinsi di luar NTT. Dengan jumlah dosen pengajar sebanyak 47 orang.

“Kegiatan belajar mengajar sudah dimulai sejak 30 Agustus 2021. Selain itu, kerja sama sudah terjalin dengan 25 instansi dari perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri dari seluruh Indonesia. Masa Pendidikan perkuliahan akan ditempuh selama tiga tahun,” ujar Menhan Prabowo.

Sebagai kampus pertama di Kabupaten Belu, Menhan Prabowo berharap Poltekhan dapat melahirkan generasi muda di wilayah perbatasan yang siap membangun masa depan lebih baik dan menjadi generasi yang membanggakan untuk keluarga dan bangsa, generasi yang akan siap membuka gerbang Indonesia Maju.

(Dok IDM)

Menhan Prabowo juga memberikan laporan kepada Presiden Jokowi bahwa sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia telah memberi piagam penghargaan patriot bela negara kepada 11.023 warga negara Indonesia ex Timor Timur yang telah memilih untuk tetap setia kepada NKRI yang hari ini berada di Kabupaten Kupang, Belu, Timur Tengah Utara, dan Timur Tengah Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi dalam pidatonya mengatakan bahwa politeknik ini akan menjadi tempat belajar dan meningkatkan keterampilan anak-anak muda, khususnya di perbatasan Atambua dengan Timor Leste. Sehingga dengan bekal pendidikan dan pelatihan diharapkan Indonesia akan memiliki anak muda yang terampil sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, serta membuka lapangan kerja baru.

“Pembangunan SDM adalah fondasi untuk Indonesia Maju. Karena itu pelayanan pendidikan harus tersebar secara merata di seluruh penjuru Tanah Air bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, baik di kawasan perbatasan sampai ke pulau-pulau terdepan dan juga memiliki kualitas yang baik,” ucap Presiden Jokowi.

Rencananya Poltekhan yang dibangun sejak 1 Oktober 2020 akan dibangun barak dan kelas tambahan hingga nanti mempunyai daya tampung 525 mahasiswa dan dapat memiliki kapasitas tiga angkatan perkuliahan. (ph/nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.