Menhan Prabowo Bertemu Dengan Menhan UAE

Riyadh, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan Uni Arab Emirat (UAE) HE. Mohammed bin Ahmad Al Bowardi. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini, keduanya sepakat untuk mempererat kerja sama dalam bidang pertahanan.
Al Bowardi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Kementerian Pertahanan ini merupakan sahabat Menhan Prabowo Subianto. Selain membahas hubungan kerja sama pertahanan, kedua Menteri Pertahanan ini saling memberikan cinderamata.
Menhan Al Bowardi memberikan tongkat tradisional UAE yang dikenal dengan sebutan Tongkat Musa, sedangkan Menhan Prabowo memberikan cinderamata khusus, yaitu pistol Pindad Combat G2 berlapis emas buatan Indonesia.
Pada pertemuan tersebut Menhan Prabowo didampingi oleh Asus Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kabainstrahan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Yudi Abrimantyo, Dirjen Kuathan Kemhan Laksda Bambang Irwanto, dan Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan Rui Duarte. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































