Menhan Prabowo Beri Arahan Langsung Siswa Komcad di Pusdiklatpassus Batujajar

Bandung, IDM - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, melakukan peninjauan langsung latihan pembulatan siswa Komponen Cadangan (Komcad) di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/09/21).
Menggunakan helikopter Caracal TNI AU, Menhan beserta jajarannya mendarat di lanud Suparlan yang berada di Pusdikpassus Batujajar.
Prabowo dengan menggunakan safari coklat, sempat berkeliling di Ksatrian Pusdikpassus Batujajar dengan menggunakan kendaraan rantis sambil bernostalgia kala menjabat sebagai Danpusdikpasus.
Saat berkeliling komplek Ksatrian Pusdikpassus, rombongan Menhan Prabowo disambut hangat keluarga besar Pusdikpasus yang menempati mess dan rumah dinas.

Menhan Prabowo Menyapa warga Pusdikpassus dalam kunjungannya meninjau Siswa Komponen Cadangan (Komcad) di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus Pusdiklatpassus (Kopassus) di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (25/09/21).
Bahkan para ibu dan anak-anak antusias menyambut dengan melambaikan tangan. Menhan prabowo berkesempatan menyapa dan berjabat tangan dengan warga Pusdikpassus untuk bercengkrama sejenak sekaligus memberikan apresiasi atas penyambutan itu.
Kedatangan Menhan Prabowo ini diisi dengan kemahiran siswa Komcad dengan melakukan demonstrasi keterampilan yang diikuti oleh total 2.500 siswa.
Turut mendampingi Menhan Prabowo, Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopassus Brigjen TNI Thevi Zebua dan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan (Kabaranahan) Marsda TNI Yusuf Jauhari.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beserta Rombongan Kementerian Pertahanan RI Meninjau Siswa Komponen Cadangan di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus Pusdiklatpassus (Kopassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (25/09/21).
Selain itu turut mendampingi Asisten khusus Menhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Letjen TNI (Purn) Hotmangaraja Pandjaitan. Dalam sambutannya, Menhan Prabowo menyampaikan bahwa Komponen Cadangan (Komcad) adalah bagian amanat Undang Undang Nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
"Setiap warga negara Indonesia wajib dan berhak ikut bela negara," kata Prabowo.
Lebih jauh Menhan Prabowo menjelaskan, untuk saat ini pembetukan komponen cadangan tahun 2021 sebanyak 2.500 orang “Saya harap anggota komponen cadangan dapat melaksanakan tugas di satuan jajaran TNI, sehingga mampu memperbesar dan memperkuat komponen utama dalam menghadapi ancaman,” terangnya.
”Jadi penggunaan komponen cadangan ialah untuk menghadapi ancaman militer maupun hibrida yang penggunaannya dilaksanakan melalui keputusan Pemerintah (Presiden) dengan persetujuan DPR yang kendalinya dibawah Panglima TNI," imbuh Prabowo.
Komponen cadangan berasal dari Lima Kodam
Sementara itu Danpusdiklatpassus Brigjen TNI Thevi Zebua menyampaikan, jumlah peserta 2.500 Komcad datang dari lima Komando Daerah Militer (Kodam) yakni Kodam XII/Tanjungpura, Kodam Jaya, Kodam III/ Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya.
Sebelum bergabung di Batujajar, para siswa mendapatkan pendidikan dasar militer dan taktis sedikitnya selama tiga bulan di Resimen Induk Kodam (Rindam) masing-masing. Sedangkan kegiatan latihan pembulatan ini sedianya dilaksanakan selama dua pekan dan untuk melihat sejauh mana pelatihan yang sudah dijalani sekaligus penguasaan materi yang telah diberikan. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































