Menhan Prabowo Ajak Malaysia Bekerja Sama Hadapi Tantangan Geopolitik

Kuala Lumpur, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto akan terus berupaya untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia serta mengajak kedua negara untuk bekerja sama menghadapi tantangan geopolitik yang begitu dinamis.
“Marilah kita bekerja sama dengan sangat kuat. Hanya dengan soliditas antara Indonesia-Malaysia kita bisa survive di alam geopolitik yang penuh ketidakpastian,” ungkap Menhan Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo), Kuala Lumpur, Selasa (9/8).
Kedua negara kemudian disebut Menhan Prabowo memiliki hubungan yang spesial. “Malaysia has to have a special relationship with Indonesia,” tambahnya.
Menhan Prabowo juga turut mengulas sejarah dan arti penting GBC bagi kedua negara. Forum GBC diumumkan secara resmi pada tahun 1971 di mana pembentukan forum tersebut terjadi setelah penandatangan perjanjian damai pasca konfrontasi pada 11 Agustus 1966.
Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi dialog kedua negara, khususnya dalam memajukan interaksi kerjasama di wilayah perbatasan.
“GBC Malindo jangan hanya dianggap rutin, this is the strong political dan strategic event,” tegas Menhan Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Menhan Prabowo dengan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Hishamuddin Bin Tun Hussein melakukan penandatanganan MoU antara pemerintah Malaysia dan pemerintah Indonesia dalam bidang pertahanan. (nhn/yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































