HANKAM

Menhan Minta Para Komandan Batalion Siapkan Prajurit untuk Operasi di Dalam dan Luar Negeri

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau prajurit Yon TP 827 di Kutai Barat Kalimantan Timur. (Foto: Dok. Biro Infohan Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta para komandan batalion untuk menyiapkan para prajurit untuk operasi di dalam maupun luar negeri.

Hal ini disampaikan Menhan Sjafrie saat meninjau para prajurit Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 827/Mahakam Cakti Yudha (MCY) di Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1).

Sjafrie menekankan bahwa penilaian prajurit harus menggunakan sistem meritokrasi, tidak berdasarkan angkatan senior atau junior.

Baca Juga: Bantuan Alat Berat dari Presiden Prabowo Tiba di Aceh

“Tapi kita melihat prestasi. Oleh karena itu, tugas masing-masing komandan menyiapkan anggotanya untuk tugas-tugas operasi, termasuk tugas-tugas dalam rangka latihan. Baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Sjafrie.

Menhan RI mengatakan bahwa tugas komandan batalion adalah membina satuan-satuan di bawahnya, termasuk komandan brigade.

“Nah, yang akan kita ambil adalah mereka yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas, seperti pada saat dia (mereka) tugas operasi, sesuai dengan apa yang sudah dinilai oleh Markas Besar TNI Angkatan Darat untuk persiapan dan digunakan oleh Mabes TNI,” ujar Sjafrie.

Di setiap penugasan atau operasi, prajurit juga didorong sembari belajar, seperti program pembinaan bahasa Inggris bagi para personel.

Dalam rekaman video yang dishare Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, para prajurit Yon TP 827 terlihat berlatih bahasa Inggris menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Perkuat Skadron Udara 27, Pangkodau III Sambut Kedatangan Pesawat CN-235

“Ini harus ada dorongan kepada prajurit-prajurit kita, baik itu tamtama, bintara, maupun perwira itu sendiri. Jadi, pembinaan personel ke depan itu berdasarkan meritokrasi. Kita tidak lagi secara konvensional, pakai normatif, tapi berdasarkan siapa punya peluang untuk bisa tampil berdasarkan kapabilitas,” kata Sjafrie.

Sjafrie menekankan bahwa peran dari para Komandan Batalion salah satunya mengadakan penilaian langsung di lapangan.

“Jadi kita melihat anggota kita itu tidak secara di atas kertas, tapi apa yang dilihat di lapangan,” ucap Menhan RI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.