HANKAM

Menhan Jelaskan Alasan TNI Terlibat dalam Penertiban Tambang Ilegal

Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat meninjau latihan di Morowali. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan alasan TNI harus terlibat dalam penertiban tambang ilegal.

Keterlibatan TNI itu diimplementasikan dalam latihan terintegrasi ketiga matra di Bangka, Bangka Belitung dan Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (19/11). Dua wilayah itu disebut rawan terhadap penyelundupan hasil tambang ilegal.

Menhan Sjafrie selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) sekaligus mewakili tim penertiban kawasan hutan yang menangani isu pertambangan, menjelaskan fokus utama latihan dan arah kebijakan yang sedang diambil pemerintah.

Baca Juga: TNI AL Perkuat Kesiapan Tempur Laut dalam Latihan Integrasi TNI di Morowali

“Tujuannya satu adalah bagaimana kita sebagai negara yang berdaulat memiliki kemampuan untuk menegakkan peraturan dan melakukan penertiban dalam rangka pengamanan sumber daya alam yang merupakan bagian dari kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Kamis (20/11).

Sjafrie juga menyoroti maraknya pola pelanggaran di sektor pertambangan, di mana sejumlah pihak memanfaatkan celah hukum untuk meraup keuntungan pribadi.

Menhan menyebutkan bahwa berbagai modus dan siasat terus bermunculan dari kelompok berkepentingan yang dengan sengaja berupaya mengeruk kekayaan negara, sehingga diperlukan langkah penertiban yang konsisten dan terukur.

Sjafrie menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menjalankan langkah penertiban dan pengamanan di wilayah-wilayah yang rawan pelanggaran.

Baca Juga: Alasan TNI Gelar Latihan Skala Besar di Babel dan Morowali

“Setiap temuan yang terbukti melanggar aturan akan langsung diteruskan ke proses penegakan hukum. Ini menunjukkan kehadiran negara terhadap semua kegiatan-kegiatan ilegal yang selama ini terjadi dan ini sangat merugikan negara,” kata dia.

Menhan RI menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga kedaulatan negara tanpa kompromi. Ia menyebut, upaya penertiban tidak hanya difokuskan di Bangka atau Morowali, tetapi mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Adapun dalam latihan di Bangka Belitung, TNI mengerahkan 41.397 prajurit dari tiga matra. Sementara di Morowali, sebanyak 26.998 prajurit dikerahkan. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.