HANKAM

Menhan Ingin Komando Operasi di Papua Disempurnakan agar Punya Kapasitas Teritorial dan Intelijen

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan di markas Koops Habema Timika. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ingin komando operasi yang sudah ada di Papua, terus disempurnakan.

Ini dikatakan Sjafrie dalam amanatnya saat menyaksikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada Satgas Rajawali dan Komando Operasi Habema di markas Koops Habema, Timika, Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1).

“Komando operasi yang ada di Papua akan kita sempurnakan agar menjadi komando operasi yang andal dan komando operasi yang mempunyai kapasitas teritorial, tempur, dan juga intelijen serta administrasi,” kata Sjafrie di hadapan pimpinan TNI dan personel Satgas.

Baca Juga: Pesan Dangrup 1 Angkut kepada Jajaran: Kompetensi harus Ditopang Integritas dan Disiplin

Menhan RI mengatakan, tidak ada jalan lain bagi TNI, selain terus meningkatkan kemampuan pertahanan di daerah operasi.

Sjafrie menekankan bahwa ia bertanggung jawab atas kebijakan anggaran pertahanan. Oleh karena itu, Sjafrie akan terus mengikuti perkembangan pembangunan kekuatan di Papua.

“Jadi Panglima TNI, apa yang sudah diusulkan kepada Bapak Presiden ini sudah disetujui dan pada 2026 ini kita segera, kita segera. Tidak ada lagi waktu menunggu, kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas komando operasi yang ada di sini, termasuk yang ada di perbatasan,” ucap Menhan RI.

Sjafrie juga meminta para prajurit terus meningkatkan kemampuan, baik individu maupun kesatuan, dan beradaptasi dengan taktik baru.

Baca Juga: Rebut Markas OPM di 3 Lokasi, 115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Dapat KPLB

“Adakan perubahan-perubahan taktik. Teknik yang harus dilakukan sesuai dengan perkembangan teknologi. Kita tidak boleh kalah dengan perkembangan mereka yang kita hadapi, baik yang ada di gunung maupun yang ada di lembah-lembah,” kata Sjafrie.

“Kita hadapi. Saya bertugas untuk melengkapi kalian, tapi kalian juga harus mampu untuk menembus tugas ini dengan target yang sebaik-baiknya,” ujar Menhan RI.

Di level operasi, Markas Besar TNI memiliki Komando Operasi Habema di Papua. Koops Habema dipimpin seorang Panglima Koops, yakni Mayjen Lucky Avianto. Dalam struktur komando, Panglima Koops Habema membawahi operasional Koops Habema dan satgas-satgas lain seperti Satgas Rajawali. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.