Menhan: Dua Prajurit Gugur dalam Rangkaian HUT ke-80 TNI Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memastikan dua prajurit yang gugur dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).
Diketahui, prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir TNI AL, Praka (Mar) Zaenal Mutaqim gugur setelah melaksanakan penerjunan dalam rangkaian pesidential inspection HUT ke-80 TNI di Teluk Jakarta, Kamis (2/10).
Baca Juga: Angkatan Bersenjata Australia Berharap Kerja Sama dengan TNI Terus Diperdalam
Kemudian, prajurit Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) Pratu Johari Alfarizi gugur setelah jatuh dari Tank Marder sehari sebelum puncak perayaan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Menhan Sjafrie mengatakan bahwa kedua prajurit tersebut mendapatkan santunan dari Asabri.
“(Mereka) mendapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga, Rp 350 juta, dan kenaikan pangkat luar biasa,” ujar Sjafrie saat ditemui di RS PPN Soedirman, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).
Baca Juga: Kolaborasi Kemhan-Kemenaker untuk Sertifikasi Lulusan Vokasi Penyandang Disabilitas
Dengan demikian, baik Praka (Mar) Zaenal Mutaqim maupun Pratu Johari Alfarizi akan naik pangkat satu tingkat.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita memastikan akan ada evaluasi akibat gugurnya dua prajurit dalam rangkaian persiapan HUT ke-80 TNI.
“Tadi kan sudah disampaikan ada santunan, kemudian juga kami evaluasi juga salah satunya,” kata Tandyo. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































