HANKAM

Menhan Berikan Pembekalan kepada Peserta Rapim TNI Tahun 2021

Menhan Berikan Pembekalan kepada Peserta Rapim TNI Tahun 2021
Menhan RI Prabowo (tengah) berfoto bersama (kiri ke kanan) dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andhika Perkasa,Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Foto Dok. Puspen TNI

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2021, Selasa (16/2) di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap.

Menhan pada kesempatan tersebut, didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Hadir pula pejabat Kemhan antara lain Wakil Menteri Pertahanan M Herindra, Sekjen Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, S.I.P., M.M, dan Rektor Unhan Laksdya TNI Dr. Amarulla Oktavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR., CIQaR.

Menhan Berikan Pembekalan kepada Peserta Rapim TNI Tahun 2021
Foto Dok. Puspen TNI

Dalam pembekalannya kepada para peserta Rapim TNI, Menhan menekankan untuk saling meningkatkan kerjasama yang erat dalam rangka tercapainya pembangunan postur kekuatan pertahanan negara, yang tidak terlepas dari rancang bangun para pendiri bangsa dan tertuang dalam UUD 1945, yakni sistem pertahanan rakyat semesta.

Pada Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 mengamanatkan bahwa, “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Kemudian dilanjutkan dengan Pasal 30 ayat (1) dengan penegasan pernyataan “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.

"Dua kali dalam satu konstitusi, dua kali para pendiri bangsa menegaskan sistem pertahanan kita, artinya sistem pertahanan kita adalah pertahanan keamanan rakyat semesta, yang melibatkan seluruh rakyat ikut memikul tanggung jawab", tegas Menhan.

Rapim TNI Tahun 2021 mengambil tema "TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat, Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, serta Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI", yang dilaksanakan melalui tatap muka dan video conference.

Sementara peserta yang mengikuti Rapim TNI Tahun 2021 sebanyak 333 orang, yang terbagi secara tatap muka 75 orang yang terdiri dari para Kepala Staf Angkatan, para Perwira Tinggi (Pati) TNI Bintang Tiga dan Dua dari Mabes TNI dan Mabes Angkatan, Pati Bintang Tiga dari Kementerian/Lembaga, perwakilan Pati Wanita TNI, dan perwakilan Kolonel Alumni 1994 sampai 1998.

Sedangkan Video converence diikuti sebanyak 258 orang di 72 lokasi, yang terdiri dari Pati bintang tiga, Pati bintang dua, Pati bintang satu struktural Mabes TNI dan Angkatan dan Pati bintang dua yang non struktural di Kementerian/Lembaga. (rgp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.