Menhan akan Buka Pelatihan Komcad ASN Gelombang Pertama di Halim pada 22 April

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin disebut akan membuka pelatihan dasar militer atau komponen cadangan (komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN) gelombang pertama pada 22 April mendatang.
Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda mengatakan, upacara pembukaan akan digelar di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
“Nanti akan dibuka oleh Bapak Menteri Pertahanan dan Bapak/Ibu menteri nanti akan hadir di tanggal 22 April di Halim Perdanakusuma,” kata Hengki kepada awak media di balai media Kemhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
Baca Juga: TNI AD Terima Usulan Terkait Brevet dan Kualifikasi Jabatan Danyonarmed
Saat ini, kementerian/lembaga telah mengirimkan nama ASN mereka untuk mengikuti pelatihan komcad. Kemhan telah menetapkan kuota ASN dari masing-masing kementerian/lembaga. Setelahnya, para ASN akan menjalani tes kesehatan dan pendataan.
“Data ini kami peroleh dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kami minta data, kemudian kami berikan persentase kuota kepada seluruh kementerian/lembaga, sehingga ASN yang berumur 18 sampai 35 tahun masing-masing kementerian/lembaga berimbang sesuai dengan jumlah yang ada,” tutur Hengki.
Rangkaian dimulai dengan pemberangkatan 2.000 ASN dari Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Para ASN akan dikirim ke enam lembaga pendidikan (lemdik) militer wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya.
“Pada 13 April, tepatnya di Monas, kami akan kumpulkan kurang lebih 2.000 ASN yang akan mengikuti program Komcad ini untuk kami berangkatkan ke enam lemdik,” kata Hengki.
Enam lemdik tersebut antara lain Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Pangkalan TNI AU (Lanud) Atang Sendjaja, Pusdikkes TNI AD Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin Bogor, dan Lanud Halim Perdanakusuma.
“Nah tujuannya apa nanti pada tanggal 13 itu? Teman-teman dilepas untuk menuju ke lemdik-lemdik untuk mengikuti tahapan tes berikutnya yaitu pendataan. Yang pertama adalah pendataan tentang jasmaninya, kebugarannya, kemudian tentang psikologinya, dan juga tentang mental ideologi,” tutur Hengki.
Baca Juga: TNI AD: Belum Ada Intruksi Terkait Pembangunan Kodam Baru di Tahun 2026
Hengki mengatakan, pendataan penting dilaksanakan sebagai dasar untuk materi yang dilatihkan.
“Apabila ada catatan-catatan dari pendataan itu, maka ada treatment tertentu yang harus kami siapkan, sehingga semuanya berjalan sesuai dengan arahan pimpinan,” ujar dia.
Pelatihan dasar militer atau komcad akan dilakukan terlebih dulu terhadap sekitar 4.000 ASN kementerian/lembaga di Jakarta dan sekitarnya. Pelatihan akan dilaksanakan selama dua gelombang. Setiap gelombang satu setengah bulan. (nma)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































