Mengintip Karier Pendidikan Jenderal Perempuan Bintang Dua Pertama di TNI AD

Jakarta, IDM – Bulan Mei 2024 kemarin, Wakil KSAD Letjen TNI Tandyo Budi Revita menerima laporan korps kenaikan pangkat 46 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta.
Ada satu nama yang menarik dari 46 Pati ini dia adalah Mayjen TNI Dian Andriani Ratna Dewi yang jadi perempuan pertama di TNI AD yang berpangkat Jenderal Bintang 2 (Mayor Jenderal).
Baca Juga: Karier Militer Pangkostrad Baru Letjen Mohamad Hasan, Raih Banyak Brevet
Dilansir dari Instagram ekonom @bambang_saptono, Senin, (29/7) dikatakan Mayjen TNI Dian Andriani memiliki karier pendidikan yang komplit. Ia pernah kuliah Sarjana-1 di dua tempat, Sarjana-2 di empat tempat dan Sarjana-3 di dua tempat.
"S-1 saya dokter umum dan sarjana hukum di UGM, terus S-2 saya ada empat tempat yaitu spesialis kulit di UI, Magister Administrasi Rumah Sakit, Magister Hukum dari STHM, Magister Biomedik dari Fakultas Kedokteran Udayana. Berikut S-3 ada dua tempat yaitu, Fakultas Kedokteran Udayana untuk Doktor Biomedik dan Doktor Hukum dari Universitas Borobudur," kata Mayjen TNI Dian Andriani.
Baca Juga: Komitmen TNI AD Modifikasi dan Inovasi Alat-alat untuk Kelestarian Lingkungan
Dalam postingan ini pula disebutkan walaupun sudah menyandang Jenderal Bintang Dua, Mayjen TNI Dian Andriani tetap low profile, ramah dan sejuk.
"Walaupun mbak Doktor Dian Andriani ini orang hebat dan satu-satunya wanita berpangkat Jenderal Bintang Dua di TNI AD, tetapi beliau ini tetap low profile, ramah dan sejuk," tulis akun @bambang_saptono. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































