Mengenal Tiga Satuan Baru TNI AD di Kodam Pattimura

Jakarta, IDM – Kodam XV/Pattimura resmi memiliki tiga satuan baru di wilayahnya yang berada di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Dilansir dari keterangan Pendam XV/Pattimura, Selasa (12/8) satuan baru tersebut adalah Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 821/Satria Bupolo di Pulau Buru (Provinsi Maluku), Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 822/Satria Magawe dan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 28/Bari Fola di Provinsi Maluku Utara.
Satuan ini diresmikan 100 Yonif TP dan 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) akan disebar di seluruh wilayah Indonesia. Pembentukan Satuan baru tersebut, sesuai kebutuhan validasi organisasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2025.
Menurut Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo pembentukan dua Yonif TP dan satu Brigif TP baru ini, merupakan bagian dari strategi TNI Angkatan Darat untuk memperkuat pertahanan di wilayah kepulauan Maluku dan Maluku Utara.
Baca Juga: Marinir dan Dedi Mulyadi Cetak Generasi Disiplin lewat Pendidikan ‘Gapura Panca Waluya’
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan teritorial, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung pembangunan di wilayah desa dan kecamatan," kata Putranto.
Yonif TP tersebut, dibentuk oleh TNI Angkatan Darat yang berfokus pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Putranto menjelaskan satuan Yonif TP memiliki spesifikasi khusus, termasuk untuk produksi pangan dan pembangunan infrastruktur, serta membantu program pemerintah dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Ia mengatakan kehadiran Yonif TP 821/Satria Bupolo di Pulau Buru, diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tersebut. Untuk Yonif TP 821/Satria Bupolo, akan menjadi batalyon infanteri pertama yang bermarkas di Pulau Buru.
Baca Juga: JAT Siap Unjuk Manuver Udara dengan Asap ‘Merah Putih’ di Peringatan HUT ke-80 RI
Sedangkan kehadiran Yonif TP 822/Satria Magawe, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Morotai, terkhusus dalam ketersediaan bahan pangan, kesehatan, sumber energi termasuk konstruksi pembangunan di Pulau Morotai.
Dalam memperkuat pertahanan di wilayah Provinsi Maluku Utara, dibentuk Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP).
"Untuk personil yang akan menempati 3 Satuan baru tersebut, saat ini telah memasuki Satuan masing-masing guna membantu dukung pelaksanaan program pembangunan nasional, pencapaian swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, mendukung tugas-tugas di Satuan kewilayahan serta mengantisipasi terjadinya bencana alam," jelas Putranto.
Baca Juga: TNI AL Ungguli Perwira 10 Negara di Kursus Intelijen Amerika
Lebih lanjut ia juga memastikan bahwa, pembentukan dua Yonif TP dan satu Brigif TP merupakan realisasi keinginan, harapan dan permintaan masyarakat serta Pemerintah Daerah.
"Hal ini, menunjukkan sebagai wujud kepercayaan masyarakat di Provinsi Maluku dan Maluku Utara terhadap Kodam XV/Pattimura", ujar Putranto.
Ia pun berharap dengan peresmian dan pembentukan Satuan baru ini, dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan rasa aman, damai serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan terjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Daerah, Polri dan segenap komponen masyarakat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































