Mengenal Tank Anti-Drone P8 Light Karya Anak Bangsa di Pameran Indo Defence

Jakarta, IDM – Satu lagi produk alutsista karya anak bangsa yang muncul dalam pameran Indo Defence 2025 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6).
Produk tersebut adalah Tank Anti-Drone P8 Light hasil karya PT Surya Sentra Ekajaya (SSE) berkolaborasi dengan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD.
Kepada Indonesia Defense Magazine, Rabu, (11/6) Direktur Utama PT SSE, Eka Suryajaya, menegaskan bahwa ranpur (kendaraan tempur) buatan perusahaannya dirancang untuk menghadapi tantangan baru di era pertahanan digital.
Baca Juga: Spesifikasi Maung Pandu, Rantis Listrik yang Diresmikan Prabowo di Indo Defence 2024
“Drone merupakan ancaman baru untuk peperangan di zaman ini. Oleh karena itu, kami harap ranpur dari PT SSE dapat mendukung TNI untuk memperkuat pertahanan dari ancaman drone,” kata Eka.
Hal yang sama ditambahkan General Manager PT SSE, David Hartawan yang mengatakan bahwa Tank ini telah teruji bersama satuan Kavaleri TNI AD, khususnya terkait medan dan spesifikasi umumnya sudah memenuhi kebutuhan teknis pengguna hanya tinggal memasuki tahap penyempurnaan.

“Kendaraan ini memang dikembangkan bersama dengan satuan kavaleri. Ada perjanjian kerja sama pengembangan produk yang melandasi P8 Light Tank ini. Dari segi spesifikasi, mereka menyatakan sudah sesuai kebutuhan. Mungkin kita akan lebih memperbaiki lagi kendaraan tersebut untuk lebih mendetailkan lagi," ujar David.
Ia menegaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan di Indo Defence 2025 merupakan hasil desain orisinal dan karya anak bangsa.

“Produk-produk kami adalah hasil desain sendiri, memiliki hak paten, hak kekayaan intelektual, serta merek dagang yang terdaftar. Ini murni buatan dalam negeri,” ujarnya.
Baca Juga: Tiba di Thailand, Penerbang Tempur TNI AU Bersiap Ikuti Latma Elang Thainesia XX/2025
Berikut spesifikasi lengkap Tank Anti-Drone P8 Light:
1. Jenis: Tank ringan multi sistem.
2. Kapasitas kru: 3 personel (driver, commander, gunner).
3. Transmisi: Diesel to electric hybrid, memungkinkan kendaraan berjalan dalam mode senyap tanpa mesin aktif untuk durasi tertentu.
4. Sistem Senjata: Remote Control Weapon Station (RCWS) kaliber 30–40 mm.
5. Perlindungan balistik: STANAG 4569 Level 2–4.
6. Sistem pendukung:
- Laser Warning System.
- Gunshot Detection System.
- Radar System.
7. Dilengkapi sistem senjata anti-drone yang dikembangkan dengan teknologi dari KNDS, perusahaan persenjataan asal Prancis. Sistem ini bisa diintegrasikan ke berbagai kendaraan tempur kami, tergantung kebutuhan dari satuan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































