Mengenal Pesawat Terbang Tanpa Awak Inovasi Pussenarmed TNI AD

Jakarta, IDM – Dalam perhelatan Indo Defence di JIExpo Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu, Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI Angkatan Darat mengembangkan inovasi prototipe alutsista berbasis Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA).
Dilansir keterangan dari Penpussenarmed, Senin (16/6) produk ini merupakan bentuk inovasi dari Staf Dirbinlitbang Pussenarmed dalam rangka mendukung program modernisasi Alutsista di jajaran satuan Armed.
Baca Juga: TNI AL Pionir Inovasi Robot Mobile Target untuk Pasukan Khusus, Apa Fungsinya?
"Sebelumnya sistem peninjauan/ observasi yang selama ini dilakukan oleh manusia secara manual diubah menjadi menggunakan alat yang berupa PTTA/drone guna meningkatkan efektifitas, efisiensi dan keamanan personel dalam pelaksanaan sebuah misi," bunyi keterangan Pussenarmed.
Dijelaskan pula dengan inovasi yang dikembangkan ini nantinya peninjauan posisi musuh maupun sasaran akan lebih detil secara keakurasian data dalam mendukung tembakan bantuan pasukan di garis depan serta meminimalisasi penggunaan personel dalam suatu pertempuran.
Baca Juga: Fattah 2, Rudal Balistik Iran yang Luluh Lantakan Tel Aviv

Berikut spesifikasi lengkap PTTA inovasi Pussenarmed
A. Obstacle Avoidance System
- Pengembangan sistem Hybrid
- Penggerak: Listrik dan Mesin
- Daya jelajah: 100 km
- Kecepatan pesawat: 95-100 km/jam
- Ketinggian: 400 meter
- Bahan bakar: 4 liter
2. Pengembangan sistem Sofware
- Artificial Intellegence objek detection
- Database countour map
3. Pengembangan sistem komunikasi (Telemetry dan Video)
- Frequency: 1.4 Ghz
- Kamera Gimbal 30x zoom (Locking Object). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































