HANKAM

Mengenal Pendidikan Tamtama Genderang Sangkakala TNI AD

Tamtama Genderang Sangkakala
Upacara Pembukaan Pendidikan Tamtama Genderang Sangkakala TA 2026 di Lapangan Dodikjur Rindam IV/Diponegoro, Magelang. (Foto: Dok. Penrindam IV/Diponegoro)

Jakarta, IDM – Hari ini, Rabu (26/8), Wakil Komandan Rindam (Wadanrindam) IV/Diponegoro, Kolonel Inf Hendy Yustian memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Tamtama Genderang Sangkakala TA 2026 di Lapangan Dodikjur Rindam IV/Diponegoro, Magelang.

Ini adalah pendidikan khusus yang akan berlangsung selama delapan minggu dan diikuti oleh 25 prajurit dari berbagai satuan di wilayah Kodam IV/Diponegoro.

Baca Juga: TNI AD Adaptif, Ubah Yonhub jadi Yonkomlek

Apa itu Pendidikan Tamtama Genderang Sangkakala TNI AD?

Dilansir dari keterangan Penrindam IV/Diponegoro, pendidikan ini bertujuan membentuk prajurit TNI AD yang terampil, disiplin, dan samapta dalam mendukung tata upacara militer serta tradisi satuan.

Baca Juga: Gunakan Teknologi Pirolisis, TNI AD Olah Sampah jadi BBM

Dalam pendidikan ini terdapat empat penekanan utama bagi para siswa yaitu pertama kuasai dasar musik, pahami irama, tempo, notasi, dan kekompakan sebagai landasan utama. Kedua, para prajurit wajib mengenali karakteristik serta teknik memainkan alat tiup dan pukul secara konsisten. Ketiga, para prajurit wajib pahami tata upacara dengan menjaga keseragaman dan sikap militer karena setiap bunyi mencerminkan kehormatan TNI AD. Keempat, para prajurit wajib menguasai pemeliharaan alat dengan menjaga seluruh perlengkapan musik penuh tanggung jawab, termasuk menjaga kerapian PUDD di barak.

"Saya meminta para siswa untuk belajar dan berlatih dengan optimal tanpa mudah menyerah. Sementara kepada para Gumil dan Pelatih, ditekankan agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional, sistematis, dan terukur demi melahirkan prajurit yang siap bertugas di satuan masing-masing," kata Wadanrindam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Hendy Yustian.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.