HANKAM

Mengenal Operasi "Water Bombing", Keahlian Utama Penerbang TNI AD

Helikopter BELL
Helikopter Penerbang Angkatan Darat. (Foto: Dok. Penerbad)

Jakarta, IDM – Ternyata Penerbang TNI AD (Penerbad) punya keahlian dalam misi kemanusiaan dan perlindungan alam. Keahlian tersebut adalah "Water Bombing" yang sering digunakan dalam operasi memadamkan api di area hutan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Dilansir dari keterangan Penpuspenerbad, Rabu (29/4), operasi "Water Bombing" menggunakan armada tangguh seperti Bell 412 dan MI-17 V5.

"Kami bergerak cepat mengambil air dari sumber alami menggunakan bambi bucket untuk menjinakkan si jago merah di titik tersulit sekalipun," tulis keterangan Puspenerbad.

Baca Juga: Bahas Kedisiplinan Prajurit, Kababinkum TNI Sambangi Koarmada I di Tanjungpinang

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Helikopter BELL 412 (TNI AD) adalah alutsista gesit dan serbaguna yang dilengkapi bambi bucket 1.000 liter. Ideal untuk operasi di area pegunungan.

Kemudian Helikopter MI-17 V5 (TNI AD) heavy-lift. Kapasitas bambi bucket 4.000 liter. Efektif untuk kebakaran skala besar.

"Nantinya menggunakan navigasi presisi menuju area kebakaran hutan (Karhutla) yang sulit dijangkau. Kemudian, dilakukan pelepasan air yang dijatuhkan ribuan liter tepat sasaran untuk memadamkan api dan mendinginkan bara," jelas Puspenerbad.

Baca Juga: Tingkatan Kesiapan Operasi, 20 Prajurit TNI AU Ikuti Latihan Ground Handling Hawk 109/209 dan F-16

Untuk diketahui salah satu Helikopter tersebut yaitu MI-17 V5 juga memiliki kapasitas angkut personel hingga 36 pasukan bersenjata lengkap, kargo: 4.000 kg (Internal)/5.000 kg (eksternal-sling), evakuasi: 12 tandu dan 3 tim medis.

Persenjataan dan perlindungan yaitu memiliki 4 titik keras (Hardpoints) senjata, kompatibel: Roket B-8V20 (80mm), Polong Senapan Mesin (PKT), proteksi: Armor Kokpit Berpelapis dan Penangkal IR.

Untuk mesin, teknologi dan perfoma tinggi yaitu mesin: 2 x Klimov TV3-117VM (lebih bertenaga di ketinggian dan panas), jangkauan: 650 km (internal)/1.000 km (Aux Tank), kecepatan: 250 km/jam (Max) dan avionik: kokpit kaca modern, ramah NVG, autopilot 4-sumbu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.