Mengenal Monumen GBN di Tegal yang Dibangun Tahun 1976

Jakarta, IDM - Kamis, (7/3/2024) kemarin prajurit Yonif 400/Banteng Raiders (BR) bersama masyarakat Tegal melakukan pembersihan Monumen Gerakan Bangteng Nasional (GBN) di Procot, Slawi, Kabupaten Tegal.
Baca Juga: Lewati Tantangan di Kopassus, KSAD Terima Brevet Satgultor 81
Danyonif 400/BR Letkol Inf Moh. Zainollah dalam keterangan resminya diterima, Jumat, (8/3) mengatakan aksi ini dalam rangkaian HUT Yonif 400/BR ke-71, dimana hal tersebut ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Banteng Raiders Jenderal Ahmad Yani yang kala itu berhasil menumpas gerakan DI/TII di wilayah Jateng bagian Utara bersama Kolonel Sarbini dan Letkol Bachrum.
Monumen GBN yang diresmikan pada 5 Oktober 1976 oleh Jendral Surono, merupakan salah satu bukti dari perjuangan bangsa Indonesia dalam menumpas pengaruh DI/TII di daerah Tegal, Brebes, dan Pekalongan.
Baca Juga: KSAU Terima Kunjungan CAF RSAF, Bahas Peningkatan Kerja Sama Angkatan Udara Indonesia-Singapura
"Sejarah tidak boleh hilang. Kita sangat menghormati dan patut apresiasi tinggi kepada Jenderal Ahmad Yani selaku pendiri Yonif 400/BR," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































