HANKAM

Mengabdi dengan Aksi: TNI Renovasi Sekolah Rusak di Pedalaman Papua

Prajurit Yonif 613:Raja
Prajurit TNI AD dari Yonif 613/Raja Alam yang bertugas di Pos Titik Kuat (TK) Yamo berfoto bersama anak-anak usai merenovasi bangunan sekolah yang rusak di Kampung Yamo, Distrik Yamo, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. (Foto: Dok. Yonif 613/Raja Alam)

Jakarta, IDM – Prajurit TNI AD dari Yonif 613/Raja Alam yang bertugas di Pos Titik Kuat (TK) Yamo bergerak cepat merenovasi bangunan sekolah yang rusak di Kampung Yamo, Distrik Yamo, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Dalam waktu singkat, bangunan yang tadinya lusuh kini bertransformasi menjadi tempat belajar yang layak dan nyaman.

Komandan Pos (​Danpos) Titik Kuat Yamo, Letda Inf Herwin, menjelaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan wujud nyata kepedulian TNI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terpencil.

​"Kehadiran TNI di tengah masyarakat pedalaman tak hanya menyuntikkan rasa aman, namun juga menyalakan api semangat baru bagi kemajuan generasi penerus," ujar Herwin melalui keterangan tertulis Penyonif 613/Raja Alam, Sabtu (20/6).

Baca Juga: Kisah Lettu Inf Sulthan: Selamat dari Serangan Bom demi Bendera Merah Putih

​Gotong Royong Sejak Pagi

​Sejak pagi hari, personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu memperbaiki setiap sudut bangunan. Fondasi selasar sekolah diperkuat dengan pengecoran agar bangunan kokoh menghadapi kerasnya alam pegunungan. Sementara itu, dinding sekolah yang tadinya kusam kini dicat dengan warna kuning cerah untuk menciptakan atmosfer belajar yang lebih ceria.

​Tak hanya orang dewasa, para prajurit juga mengajak anak-anak sekolah untuk terlibat langsung dalam kerja bakti ini. Mereka bersama-sama membersihkan jendela dan memperbaiki ventilasi agar srikulasi udara serta cahaya matahari dapat masuk dengan bebas ke ruang kelas.

​"Momen ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga lingkungan belajar," tambah Herwin.

Baca Juga: Latma Malindo Jaya, TNI AL Siapkan Dua KRI untuk Manuver Laut

​Apresiasi dari Pihak Sekolah

​Kepala Sekolah setempat, Yohanes Tabuni, tidak kuasa menahan haru melihat perubahan drastis sekolahnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian tulus yang diberikan oleh para prajurit TNI.

​"Kehadiran bapak-bapak TNI memberikan semangat baru bagi kami. Anak-anak sekarang bisa belajar dengan lebih nyaman dan lebih bersemangat karena lingkungan sekolah menjadi jauh lebih baik," ungkap Yohanes.

​Di akhir kesempatan, Herwin menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen TNI yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua.

​"Melalui renovasi sekolah ini, kami berharap anak-anak Yamo semakin termotivasi untuk belajar dan meraih cita-cita mereka," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.