HANKAM

Membedah Visi dan Konsep Pertahanan Prabowo Subianto dalam Buku "Politik Pertahanan"

Membedah Visi dan Konsep Pertahanan Prabowo Subianto dalam Buku "Politik Pertahanan"
Membedah Visi dan Konsep Pertahanan Prabowo Subianto dalam Buku "Politik Pertahanan"

Jakarta, IDM - Juru bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Dahnil Anzar Simanjuntak baru saja menerbitkan sebuah buku berjudul “Politik Pertahanan”. Buku ini kemudian dibedah dalam acara bertajuk "Membedah Visi dan Konsep Pertahanan Prabowo Subianto" di Resto Seribu Rasa, Gunawarman di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (5/1/2024).

Dahnil dalam pembukaannya menyebut semua tulisan yang disajikannya tidak lepas dari pemikiran-pemikiran dan kebijakan Prabowo selama menjadi Menteri Pertahanan.

“Dalam buku ini saya menyajikan bagaimana idealnya kebijakan pertahanan dengan pelbagai masalahnya yang kompleks. Bicara pertahanan tidak sekedar bicara militer, pertahanan adalah multifacet,” kata Dahnil.

Baca Juga: Wacana Kowal Jadi Komandan Kapal Perang, KSAL: Tantangan Besar TN AL

Lanjutnya bahwa perspektif pertahanan yang dibangun Prabowo tak hanya fokus militer namun juga pertahanan budaya diantaranya mendukung serta membiayai film-film patriotisme termasuk dalam bidang olahraga.

"Ini adalah simbol ekspansi Indonesia ke luar negeri. Hal seperti itu berarti radius pemikirannya prabowo sudah jauh ke depan. Prabowo juga mendorong literasi pertahanan, orang di media sosial jadi ramai-ramai berbicara isu pertahanan yang selama ini dianggap awam," kata Dahnil.

Terdapat sejumlah kebijakan yang dijabarkan Dahnil menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dalam buku ini diantaranya, pertahanan rakyat semesta, pangan dan pertahanan negara, spirit kemandirian industri pertahanan, film dan pertahanan budaya kita, catatan tujuh kebijakan Menhan Prabowo sepanjang 2020, politik alutsista Prabowo Subianto hingga milineal bela negara dan tradisi membaca.

Baca Juga: Perjuangan Satgas 411 Kostrad Tembus Hutan Belantara Papua untuk Bawa Bahan Bangunan Gereja

“Jadi ada gap, ke pengetahuan antara publik dengan stakeholder pertahanan. Jadi melalui buku ini sebenarnya saya ingin mempersempit gap itu, walaupun itu tidak mudah, setidaknya ada upaya itu,” kata Dahnil.

Ia pun berharap dengan buku ini bisa membantu meninggikan literasi publik di bidang pertahanan.

“Sehingga bisa mendorong kesadaran bersama untuk memperkuat pertahanan kita di semua sektor. Sehingga, Indonesia yang kuat dan maju bisa lekas terwujud di masa yang akan datang,” kata Dahnil. 

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.