Melalui Program Manunggal Air, TNI AD Telah Buat 2.700 Titik Air Bersih di Seluruh Indonesia

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan titik sumber air bersih di Desa Buleleng, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Sabtu (14/9). Ia mengatakan, melalui program Manunggal Air, TNI AD terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, lanjutnya, sebanyak 2.700 titik air bersih telah dibangun oleh TNI Angkatan Darat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Kunjungi Thailand, KSAU Bahas Kerja Sama Pertahanan Ruang Angkasa Hingga Latihan Bersama
Program Manunggal Air, diakuinya menjadi bentuk bahwa TNI AD hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang kesulitan mengakses air bersih.
"Air adalah sumber kehidupan. Melalui program ini, TNI AD hadir sebagai solusi jangka panjang untuk memberikan akses air bersih yang sangat dibutuhkan warga," ucap KSAD.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pembiayaan proyek ini berasal dari kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta, sementara 10% lainnya didukung oleh dana dari pemerintah pusat.
"Ini menunjukkan bahwa kita bisa bergerak cepat dan efektif tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pusat," tambahnya.
Baca Juga: TNI AD Akan Kawal Pembangunan IKN
Program Manunggal Air ini disebut tidak hanya berfokus pada penyediaan air bersih saja, tetapi juga mendukung ketahanan pangan melalui pembukaan lahan baru dan pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, air bersih sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya akan memperkuat kemandirian pangan nasional.
"TNI AD berkomitmen mendukung proyek cetak sawah dan pengelolaan lahan pertanian. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa Indonesia bisa mandiri dalam hal produksi pangan, mengingat beberapa negara telah menghentikan ekspor bahan pangan demi kebutuhan dalam negeri mereka," jelasnya.
Mantan Panglima Kostrad tersebut menjelaskan, TNI bersama Kementerian Pertahanan dan pemerintah daerah akan membentuk satuan khusus yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.
Selain menjalankan tugas utama pertahanan, TNI AD terus berupaya untuk turut serta membantu masyarakat dalam bidang ekonomi dan pembangunan daerah.
KSAD juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































