Mayor Wahyu Pudji Pamungkas Resmi Pimpin Pasukan Legendaris Pandawa Kostrad

Jakarta, IDM – Tongkat kepemimpinan Batalyon Infanteri 411/Pandawa/6/2 Kostrad resmi berganti. Mayor Wahyu Pudji Pamungkas menjadi komandan baru pasukan legendaris Pandawa Kostrad TNI Angkatan Darat. Ia menggantikan komandan sebelumnya, Letkol Inf Ilham Datu Ramang.
Acara Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 411/Pandawa digelar di Lapangan Kurusetra, Jalan Veteran No.01 Kota Salatiga, Jawa Tengah. Selasa, (2/9). Upacara dipimpin Komandan Brigiade Infanteri (Danbrigif) 6/TSB/2 Kostrad), Kolonel Inf Fardin Wardhana.
Baca Juga: Kolonel Osmar Silalahi, Perwira Arhanud yang Resmi Jabat Wakapuspen TNI
Pada kesempatan itu, Danbrigif 6/Tri Shakti Balajaya berharap sebagai komandan baru Mayor Wahyu bisa menciptakan inovasi dan meningkatkan prestasi di satuannya.
Sebelum menduduki posisi sebagai Danyonif 411/Pandawa, Mayor Wahyu sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Rendik Bagdik Pusdikif Pussenif, Mayor Wahyu sendiri bukan orang baru di Kostrad, dilahirkan dari pasukan Lintas Udara (Linud), hingga kualifikasi Jump Master telah disandangnya, berbagai pengalaman di daerah operasi pernah dirasakan oleh pria kelahiran Bekasi, Jawa Barat tersebut.
Baca Juga: Prajurit Marinir Kuasai Latihan Tempur Kota di Belarusia dan Yordania
Sementara itu, Letkol Inf Ilham Datu Ramang akan menempati posisi jabatan baru sebagai Komandan Depo Pendidikan Latihan Pertempuran (Dandodiklatpur) Rindam VI/Mulawarman di Banjarbaru Kalimantan Selatan.
Dalam serah terima jabatan Danyonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad juga di tampilkan personel upacara menggunakan pakaian khusus khas prajurit Mekanis Raider, tak hanya itu saja puluhan alutsista yang dimiliki oleh Yonif 411/Pandawa seperti Tank M113 A1, Transpoter Scania P360 , Transpoter Mercedez Benz AROCS 4048, Maung Pindad, sebagai implementasi Yonif 411/Pandawa adalah satuan besar dan legendaris. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































