Mayjen TNI Bangun Nawoko Unjuk Kemampuan Mengemudi Tank AMX-13 Kanon

Jakarta, IDM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko unjuk skill mengemudikan tank lapis baja AMX-13 Kanon milik Yonkav 10/Mendagiri. Momen ini terjadi dalam Latihan Taktis Tingkat Kompi Yonkav 10/Mendagiri di Desa Bellabori, Kabupaten Gowa, Rabu (21/10).
Bagi Nawoko, momen kemahiran menggunakan alutsista bukanlah yang pertama kali. Saat menjabat sebagai Panglima Divisi 3 Kostrad (Pangdivif 3 Kostrad), ia juga pernah turun secara langsung memberikan contoh teknik menembak sniper secara nyata dalam Latihan LDS Menembak Sniper yang dilaksanakan di Desa Ara, Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan pada 2025 lalu.
Baca Juga: TNI AD Sosialisasikan Tiga Peraturan KSAD ke Prajurit, Ini Rinciannya
Saat itu, Nawoko menggunakan senjata Accuracy International Arctic Warfare (AW 7,62 mm) dan mencoba menembak sniper jarak 600 meter pada medan curam. Ia lalu perlahan-lahan memasukkan peluru, mengatur posisi, dan mulai menembak. Total ada lima peluru yang ditembakkannya, dan semuanya tepat sasaran. Keberhasilan ini langsung disambut tepuk tangan dari para prajurit.
"Ini sniper AW milik kita, lima butir peluru, lima sasaran torso tumbang pada jarak 600 meter,” kata Nawoko kala itu.
Untuk diketahui, Yonkav 10/Mendagiri yang berdiri sejak 3 Januari 1978 mengoperasikan tank ringan buatan Atelier de Construction de Roanne (GIAT/Nexter), Prancis. Varian yang dioperasikan meliputi Tank AMX-13 Kanon (kaliber 75 mm dan 105 mm), Tank AMX-13 APC (armored personnel carrier / pengangkut personel), hingga versi pendukung seperti mobil komando, ambulans, dan recovery.
Baca Juga: Kerja Sama Pertahanan “Badr”, Kemhan RI: Akan Ditindaklanjuti lewat Pertemuan Industri Pertahanan
AMX-13 Kanon memiliki berat sekitar 13,7 ton (kosong) hingga 14,5 ton (siap tempur), dengan dimensi panjang kurang lebih 6,35 meter (dengan meriam) dan lebar sekitar 2,51 meter. Persenjataan utamanya berupa kanon berkaliber 75 mm (kubah FL-11) atau 105 mm (kubah osilasi FL-12) yang dilengkapi sistem pengisian magasin tipe revolver (oscillating turret), serta persenjataan sekunder senapan mesin kaliber 7,62 mm. Kendaraan tempur ini mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 60 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 400 km.
Tank-tank tua AMX-13 milik Yonkav 10 secara bertahap telah menjalani program retrofit (peningkatan daya tempur dan mesin) bekerja sama dengan Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) TNI AD dan PT Pindad. Upgrade meliputi penggantian mesin bensin orisinal (SOFAM 8Gxb) dengan mesin diesel (seperti Detroit Diesel atau mesin baru yang lebih hemat bahan bakar), perbaikan sistem otomotif, serta modernisasi kontrol penembakan secara elektrik agar tetap siap beroperasi di medan modern.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































