Mayjen Bagus Suryadi Tayo Resmi Jabat Dirjen Strahan Kemhan Gantikan Letjen Agus Widodo

Jakarta, IDM – Mayor Jenderal TNI Bagus Suryadi Tayo resmi menjabat Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI setelah dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemhan RI, Rabu (3/6).
Pelaksanaan sertijab ditandai dengan penyampaian paparan dan penyerahan memorandum serah terima jabatan dari Dirjen Strahan yang sebelumnya kepada Mayjen Bagus.
Baca Juga: Profil Brigjen Indarto Kusnohadi, Komandan Baru Poltekad
“Dalam paparannya, Dirjen Strahan Kemhan menjelaskan pokok, fungsi, serta capaian strategis Direktorat Strategi Pertahanan kepada para pejabat baru,” tulis siaran pers Ditjen Strahan Kemhan, dikutip Kamis (4/6).
Mayjen Bagus menggantikan Letjen Agus Widodo yang mengembah amanah menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN).
Sebelum ini, Bagus menjabat Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).
Bagus berasal dari kecabangan infanteri dengan spesialis Raider Kostrad. Berbagai jabatan strategis pernah ia emban, di antaranya Komandan Kodim 0811/Tuban, Asisten Perencanaan Kepala Staf Kostrad, Inspektur Kodam XIII/Merdeka hingga Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































