Marsda Nanang Santoso Kini Menjabat Sebagai Dankodiklatau

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Dankodiklatau dari Marsekal Madya (Marsdya) TNI Tatang Harlyansyah kepada Marsekal Muda (Marsda) TNI Nanang Santoso di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/1).
Fadjar menegaskan, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Kodiklatau) memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan dan pengembangan kualitas personel di seluruh tingkat kedinasan TNI AU. Peran tersebut, akan bermuara pada transformasi TNI AU menjadi Angkatan Udara yang disegani di kawasan.

"Faktor fundamental inilah yang meletakkan Kodiklatau sebagai center of excellence TNI Angkatan Udara," tegas Fadjar.
Tugas yang diemban oleh Kodiklatau merupakan gerbang awal profesionalisme pendidikan TNI AU. Selain itu, Kodiklatau juga bertanggung merumuskan dan mengembangkan doktrin-doktrin TNI AU untuk diimplementasikan pada latihan militer matra udara.
"Tanggung jawab ini menjadi kunci penting, dalam menjaga standar kemampuan dan keahlian prajurit TNI AU untuk senantiasa berada pada level tertinggi," ungkap Fadjar.

Kepada Marsdya TNI Tatang Harlyansyah, Fadjar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tertingginya atas pengabdian terbaik yang telah diberikan kepada TNI AU. Dirinya menilai, pejabat lama telah berhasil memimpin Kodiklatau dan melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan dengan sangat baik dan sangat membanggakan.
"Pengabdian Marsekal merupakan contoh teladan sekaligus inspirasi bagi generasi penerus Angkatan Udara," ujar Fadjar.
Kepada Marsda TNI Nanang Santoso, Fadjar berpesan agar segera menyesuaikan diri pada lingkup tugas yang baru, dan melaksanakan amanah sebagai Dankodiklatau dengan segenap kemampuan dan penuh kehormatan.

"Saya yakin kepemimpinan Marsekal akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan latihan TNI Angkatan Udara di masa depan," harap mantan Danlanud Halim Perdanakusuma ini. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































