HANKAM

Marinir Uji Perlengkapan Pelindung Prajurit Anti-Peluru dan Mengapung di Air

Prajurit Marinir
Prajurit Marinir di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Rabu (26/11) saat uji tembak terhadap IPP set. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menguji perlengkapan pelindung baru untuk prajurit, yakni IPP Set (Integrated Personal Protection Set) Apung, di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (26/11). Paparan dan diskusi dipimpin langsung oleh Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi.

IPP Set Apung ini diuji melalui serangkaian pengujian, mulai dari uji tembak balistik dalam kondisi kering dan basah, uji kenyamanan penggunaan oleh prajurit, hingga uji apung di air dalam posisi diam maupun bergerak.

Baca Juga: Respons Ancaman Laut Diuji, Koarmada I Latihan Peperangan Anti-Udara hingga Anti-Kapal Selam

“Perlengkapan ini dirancang tidak hanya mampu menahan tembakan, tetapi juga tetap mengapung ketika digunakan di air. Fitur penting bagi prajurit Marinir yang kerap menjalankan tugas amfibi,” ungkap Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (27/11).

Prajurit Marinir
Uji apung IPP set Marinir dalam posisi bergerak di air. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Endi menyampaikan apresiasi terhadap produk IPP Set Apung yang ditawarkan PT Master Taktikal Indonesia. Ia menekankan, perlengkapan seperti ini dibutuhkan untuk mendukung keselamatan dan efektivitas prajurit di lapangan.

Baca Juga: Pembekalan ke Pasis, Menhan Paparkan Konsep Perisai Trisula Nusantara dan Tekankan Postur Modern TNI

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Korps Marinir untuk meningkatkan kemampuan dan keselamatan prajurit dalam melaksanakan tugas-tugasnya,” ujar Endi.

Korps Marinir berharap proses uji, paparan, dan diskusi ini dapat menghasilkan spesifikasi produk sesuai kebutuhan pasukan pendarat amfibi sekaligus meningkatkan profesionalisme serta kesiapan prajurit menjalankan operasi di berbagai medan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.