Marinir Uji Amunisi Tank Amfibi BMP-3F Jarak 4 Km

Jakarta, IDM – Korps Marinir memastikan kesiapan tempur alutsista andalannya melalui pengujian senjata di lapangan. Kali ini, mereka menguji langsung keandalan amunisi meriam kaliber 100 mm milik tank amfibi BMP-3F di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Selasa (12/5).
Kepala Staf Korps Marinir Mayjen (Mar) Suherlan memimpin langsung jalannya uji fungsi tersebut untuk memastikan performa material tempur tetap prima. Selain BMP-3F, latihan ini juga melibatkan barisan kendaraan tempur lainnya seperti Tank PT-76M dan BTR-50 PM.
Baca Juga: TNI AL Matangkan Taktik ‘Sea Denial’ untuk Hadapi Konflik Global
Tim penguji menjajal kemampuan amunisi tipe BTEI 1 dengan sasaran tembak mulai jarak 1.000 meter hingga 4 kilometer. Rangkaian tes dimulai dari pengecekan kesiapan kru, paparan teknis, hingga prosedur zeroing atau pengaturan akurasi bidikan meriam sebelum penembakan inti.
Tak hanya itu, personel juga melakukan uji fuze (pemicu ledak amunisi) serta memastikan safety distance atau jarak aman ledakan. Seluruh proyektil kaliber 100 mm tersebut berfungsi sempurna, meledak tepat pada titik sasaran, dan memenuhi parameter teknis yang ditetapkan.
Suherlan menegaskan, pengujian rutin ini menjadi kunci utama dalam menjaga efektivitas operasional Korps Marinir. Menurutnya, setiap amunisi harus memiliki standar akurasi dan keandalan tinggi agar siap mendukung tugas operasi maupun latihan berskala besar ke depan.
Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Enam Jabatan Strategis di TNI AU
"Kegiatan uji fungsi ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan tempur prajurit dan material Korps Marinir," ujar Suherlan, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (13/5).
Ia berharap amunisi yang telah teruji ini mampu memperkuat daya gempur kendaraan tempur Marinir saat menjalankan mandat pertahanan negara. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































