HANKAM

Marinir TNI AL Pulangkan Massa Aksi Penolakan UU Omnibus Law

Marinir TNI AL Pulangkan Massa Aksi Penolakan UU Omnibus Law
Korps Marinir TNI AL membantu dan mengantar para pendemo untuk pulang ke daerah asalnya. (Foto IDM/Rayi Gigih)

Jakarta-IDM, Korps Marinir TNI Angkatan Laut kembali membuktikan bahwa TNI dapat bergerak bersama dan berada di tengah-tengah rakyat. Hal itu terlihat di dalam gelombang aksi penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang terjadi hampir di seluruh Indonesia pada hari Kamis, (8/10). 

Dalam menjalankan tugasnya, TNI adalah kekuatan pendukung yang membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Ketika aksi massa mulai ricuh pada hari Kamis malam, TNI tidak terpancing memukul rakyat. Tapi mereka justru membantu menenangkan suasana agar kerusuhan tidak meluas dan berdampak luas.

Marinir TNI AL Pulangkan Massa Aksi Penolakan UU Omnibus Law
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdrachman mencoba berdialog dengan pengunjuk rasa dari kalangan mahasiswa agar mereka mau membubarkan diri. (Foto IDM/Rayi Gigih)

Seperti halnya dalam rekaman video yang sempat viral, prajurit TNI dari Marinir TNI AL justru terlihat membantu puluhan mahasiswa yang terimbas dari aksi demonstrasi berbuntut pada kerusuhan itu. 

Bahkan, dalam sebuah pendek yang dikutip IDM dari akun instagram resmi Puspen TNI, Jum'at, (9/10), pasukan yang dijuluki Hantu Laut itu justru menyediakan truk-truk bertuliskan Marinir untuk para demonstran yang terjebak dalam kerusuhan panjang di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Mereka membantu para mahasiswa dan massa aksi untuk kembali pulang ke kampus atau ke rumah mereka masing-masing. 

Marinir TNI AL Pulangkan Massa Aksi Penolakan UU Omnibus Law
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdrachman ditemani anggota Kepolisian Polda Metro Jaya menenangkan para pendemo di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (8/10). (Foto IDM/Rayi Gigih)

"Prajurit TNI mengantar adik-adik mahasiswa kembali ke rumahnya masing-masing," tulis Pusat Penerangan TNI.

Puluhan mahasiswa yang mayoritas mengenakan almamater warna biru itu terlihat tertib naik ke atas truk Marinir yang telah disediakan. Tidak ada kekerasan, dan tidak ada intimidasi dari kegiatan pemulangan para demonstran tersebut. (rgp/wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.