HANKAM

Marinir TNI AL Perkuat Operasi Pencarian Pesawat Jatuh di Kabupaten Maros

Marinir
Marinir TNI AL terus memperkuat operasi pencarian pesawat jatuh di Kabupaten Maros. (Foto: Dok. Dispen Kormar TNI AL Maros Sulawesi Selatan)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI Makassar terus memperkuat operasi pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah pegunungan Kabupaten Maros.

Pesawat dengan rute Yogyakarta-Makassar tersebut terakhir terpantau berada di kawasan pegunungan sebelum komunikasi terputus.

Berdasarkan data tersebut, fokus pencarian diarahkan ke sektor darat dengan kontur ekstrem dan akses terbatas.

Baca Juga: Boeing 737-200 TNI AU Bantu Pemetaan hingga Penentuan Zona Prioritas Evakuasi ATR 42-500

Menindaklanjuti laporan, prajurit Marinir bergerak cepat menuju area pencarian dengan menyusuri hutan dan mendaki jalur pegunungan terjal. Berbekal perlengkapan SAR serta kemampuan navigasi medan ekstrem, tim melakukan penyisiran intensif untuk menemukan badan pesawat maupun para korban.

“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan, meskipun medan yang dihadapi cukup ekstrem dan menantang. Prioritas utama kami adalah menemukan para korban dan memberikan pertolongan secepat mungkin,” ujar salah satu perwira Marinir di lokasi pencarian.

Baca Juga: Jelaskan Konsep Defensif Aktif, Menhan Minta Jajaran Kemhan-TNI Siapkan Perang Berlarut

“Sinergi seluruh unsur yang terlibat menjadi kunci dalam operasi ini. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Kondisi cuaca yang tidak menentu, jalur licin, serta vegetasi lebat menjadi tantangan utama.

Adapun operasi pencarian dan evakuasi ini dilaksanakan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.