HANKAM

Marinir Terima Senjata Rakitan dan Amunisi dari Warga Perbatasan RI-Malaysia

Satgas Marinir
Satgas Marinir Pengamanan Ambalat XXX menerima satu pucuk senjata api rakitan dari seorang warga di Sei Pancang, Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (7/6). (Foto: Dok. Pasmar 2)

Jakarta, IDM – Satgas Marinir Pengamanan Ambalat XXX menerima satu pucuk senjata api rakitan dari seorang warga di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (7/6).

Komandan Satgas Marinir Pengamanan Ambalat XXX Kapten (Mar) Oki Prabowo, mengungkapkan seorang petani sawit berinisial R (46) menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan jenis laras panjang beserta dua butir amunisi.

"Penyerahan senjata api rakitan tersebut dilakukan secara sukarela (oleh warga) kepada prajurit satgas di pos Marinir Sei Pancang," ungkapnya, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Minggu (8/6).

Baca Juga: TNI Tak Hiraukan Teror OPM terhadap Pilot Pembawa Menhan dan Menkeu ke Nduga

Oki mengatakan, penyerahan senjata api rakitan secara sukarela kepada prajurit satgas Marinir ini sebagai bentuk kesadaran hukum dan kepedulian warga perbatasan terhadap keamanan lingkungan.

"Penyerahan senjata api rakitan ini juga menunjukkan hasil nyata dari kegiatan penggalangan teritorial dan komunikasi sosial yang dilakukan secara rutin oleh prajurut satgas kepada warga di daerah perbatasan," kata Oki.

Satgas Marinir
(Foto: Dok. Pasmar 2)

Dalam rentang waktu hampir 30 tahun, Korps Marinir mengirimkan prajuritnya ke daerah-daerah perbatasan misalnya seperti di Blok Ambalat, yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia, juga ke pulau-pulau terluar, yang sebagian besar tak berpenghuni, untuk menegakkan kedaulatan sekaligus menjaga keamanan.

Baca Juga: Dua Lanud Panen Sayuran Dukung Program Ketahanan Pangan

Beberapa pulau terluar tak berpenghuni yang saat ini dijaga pasukan Marinir, di antaranya mencakup Pulau Sekatung di Kepulauan Natuna, Pulau Nusa Barung di Jember, Pulau Dana, dan Pulau Batek. Pulau Nusa Barung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berada di wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia.

Kemudian, Pulau Dana di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, juga merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia. Terakhir, Pulau Batek merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 17.000 lebih pulau, dan hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.