HANKAM

Marinir Tembus Jalur Terisolasi Manggarai Salurkan Bantuan Gempa NTT

Achmad Muthohar
Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Korps Marinir Letkol (Mar) Achmad Muthohar menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang menggendong bayi di Dusun Wahima, Manggarai, NTT, Jumat (21/8). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Korps Marinir menembus jalur darat yang rusak demi mengantar logistik bagi korban gempa di Dusun Wahima, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8).

Penyaluran sembako ke pelosok desa ini menjadi kelanjutan operasi kemanusiaan TNI AL setelah mengerahkan pasukan zeni, tim dokter, truk logistik, serta bahan pangan menggunakan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 ke Pulau Flores.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana menerangkan, personel satgas membawa langsung paket bantuan ke rumah-rumah penduduk yang sempat terisolasi.

Baca Juga: Taifib TNI AL dan Marinir Korsel Latihan Tempur Jarak Dekat di Sentul

"Prajurit membagikan paket sembako seperti beras, mi instan, makanan siap saji, air mineral, hingga perlengkapan bayi, pakaian, selimut, dan perlengkapan mandi langsung ke warga Dusun Wahima yang akses transportasinya sempat terhambat," kata Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Minggu (23/8).

Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Korps Marinir Letkol (Mar) Achmad Muthohar menerjunkan 50 prajurit Resimen Zeni 2 Marinir bersama armada truk dan alat berat ke lokasi terdampak.

Achmad Muthohar
Prajurit Marinir menyalurkan paket sembako kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Selain membagikan sembako ke wilayah terpencil, prajurit mendirikan rumah sakit lapangan serta dapur umum darurat di halaman SDK Kedindi, Wangkung, guna merawat warga yang terluka dan menyiapkan makanan siap santap bagi pengungsi.

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menekankan jajarannya agar sigap mendampingi warga di lokasi bencana.

Baca Juga: TNI Siapkan Deteksi Dini dan Operasi Terpadu untuk Bantu Penanganan Karhutla

"Kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari pengabdian Korps Marinir. Laksanakan tugas dengan tulus dan penuh kepedulian, serta pastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," tegas Endi.

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang daratan Flores pada Sabtu (15/8). BMKG mencatat 5.824 gempa susulan terjadi hingga siang ini dengan getaran terbesar mencapai magnitudo 6,2.

Data BNPB mencatat dampak gempa di NTT menyebabkan 87 orang meninggal dunia, 1.298 orang luka-luka, dan 150.576 warga mengungsi. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan kantong pengungsi terbesar, yakni mencapai 41.427 jiwa.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.