HANKAM

Marinir Siapkan Ranpur Khusus untuk Evakuasi Badak Jawa

Marinir
Marinir uji ranpur K-61 yang akan digunakan untuk mengangkut kandang Badak Jawa. Kegiatan dilakukan di Cilandak, Jakarta, Rabu (28/5). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menyiapkan kendaraan tempur (ranpur) untuk mengevakuasi satwa yang dilindungi, khususnya Badak Jawa.

Oleh karena itu, Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Yonkapa) 1 Marinir melakukan uji arung ranpur K-61 untuk simulasi pemuatan kandang Badak Jawa, Jakarta, Rabu (28/5).

Komandan Yonkapa 1 Marinir Mayor (Mar) Bayhaky C. Chipta, mengatakan pengerahan ranpur untuk evakuasi merupakan bagian dari simulasi tanggap darurat evakuasi satwa dilindungi, khususnya Badak Jawa, yang habitatnya terancam oleh bencana alam seperti tsunami, letusan gunung berapi, dan kebakaran hutan.

Baca Juga: TNI AD Ciptakan Alat Buka dan Rangkai Amunisi Kaliber 12,7 mm, Idenya dari Jarum Suntik

"Kerja sama antara TNI AL, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dan lembaga konservasi sangat penting dalam mengantisipasi situasi darurat," kata Bayhaky, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Sabtu (31/5).

Adapun dalam uji arung tersebut, ranpur K-61 menguji kemampuan mengangkut kandang yang akan digunakan untuk mengangkut Badak Jawa, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kestabilan serta kecepatan mobilisasi lintas pantai dan laut.

ranpur K-61
(Foto: Dok. Pasmar 1)

"Ini bukan sekadar latihan teknis militer, tapi juga bentuk kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung upaya pelestarian spesies langka Indonesia," ujarnya.

Kandang yang digunakan dalam simulasi dirancang khusus agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan satwa, dilengkapi sistem ventilasi dan penyangga untuk meminimalisir guncangan saat ranpur bergerak di air maupun di darat.

Baca Juga: TNI AD Bantu Evakuasi 14 Korban Meninggal di Gunung Kuda

"Proses pemuatan dan pembongkaran kandang dilakukan dengan hati-hati, melibatkan tenaga ahli dari pihak konservasi," jelas Bayhaky.

Dia menilai uji arung berjalan lancar dan dinyatakan berhasil oleh tim evaluasi gabungan.

"Dengan keberhasilan ini, ranpur K-61 layak digunakan sebagai salah satu armada pendukung dalam skenario evakuasi darurat satwa liar di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia," ungkap Bayhaky. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.