HANKAM

Marinir Siapkan Kurikulum Khusus Gembleng ASN Kemhan jadi Komcad

Ernesta Ardend Brahmana
Aster Danpasmar 1 Kolonel (Mar) Ernesta Ardend Brahmana memberikan pembekalan disiplin militer kepada barisan ASN Kemhan saat apel kesiapan Komponen Cadangan (Komcad) di Silang Monas, Jakarta, Senin (13/4). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) kini bersiap menanggalkan rutinitas kantoran. Pasukan Marinir (Pasmar) 1 secara resmi merancang kurikulum militer khusus untuk menggembleng para pegawai tersebut menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad) 2026.

Transformasi ini membuat para ASN harus beradaptasi dengan pola pendidikan karakter dan dasar tempur yang intensif. Di bawah pengawasan instruktur pilihan dari Korps Marinir, para abdi negara ini bakal mencicipi kerasnya pelatihan militer untuk memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Baca Juga: Mengenal HTMS Naresuan-421, Fregat Thailand yang Mampir ke Surabaya

Pelatihan di Satuan Pendidikan Brigif 1

Pasmar 1 memastikan, pelatihan bagi para calon Komcad ASN ini tidak main-main. Satuan Pendidikan (Satdik) Brigade Infanteri (Brigif) 1 menjadi lokasi utama kawah candradimuka bagi para peserta. Di sini, mereka akan mendapatkan pembinaan fisik, mental, hingga disiplin tinggi ala prajurit petarung.

Asisten Teritorial Komandan Pasmar (Aster Danpasmar) 1 Kolonel (Mar) Ernesta Ardend Brahmana, menjelaskan pihaknya telah mematangkan seluruh aspek pendukung. Mulai dari kesiapan sarana pelatihan yang mumpuni hingga penyusunan kurikulum pembinaan yang selaras dengan kebutuhan dasar militer bagi kalangan birokrat.

"Pasmar 1 siap berperan aktif dalam proses pembentukan Komcad ASN Kemhan 2026. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ujar Ernesta saat mewakili Danpasmar 1 Mayjen (Mar) Ili, Senin (13/4).

Baca Juga: Putra Kebanggaan Maluku, Mayjen TNI Fritz W.R Pelamonia Resmi Jabat Pangdam Mandala Trikora

2.019 ASN Kloter Pertama

Program Komcad ASN Kemhan tahun ini diikuti oleh 2.019 personel. Jumlah tersebut didapat setelah melalui proses seleksi ketat administrasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap 2.115 pendaftar, di mana 96 orang dinyatakan tidak lulus seleksi.

Ernesta Ardend Brahmana
Prajurit Marinir memantau kesiapan fisik dan kerapian personel ASN Kemhan sebelum diberangkatkan menuju pusat pelatihan Komcad di Brigif 1. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Ratusan ASN yang dialokasikan ke Pasmar 1 Cilandak ini merupakan bagian dari kloter pertama gelombang satu. Secara total, pemerintah menargetkan penyiapan 4.000 ASN Komcad tahun ini yang dibagi dalam dua gelombang pelatihan, masing-masing gelombang terdiri dari 2.000 peserta.

Para peserta di Brigif 1 akan menjalani masa pendidikan dan pelatihan dasar kemiliteran selama sekitar satu setengah bulan. Selama kurun waktu tersebut, data jasmani, psikologi, hingga mental ideologi mereka akan diambil dan ditempa untuk memastikan kesiapan sebagai kekuatan tambahan pertahanan negara.

Baca Juga: Rampungkan Pendidikan Setukba A-49, 287 Prajurit TNI AU Resmi Sandang Pangkat Bintara

Apel Kesiapan di Silang Monas

Dimulainya program ini ditandai dengan pelaksanaan apel kesiapan pemberangkatan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Ratusan calon Komcad ASN Kemhan tampak bersiap mengawali perjalanan transformasi mereka menjadi kekuatan cadangan pertahanan negara.

Kehadiran unsur Pasmar 1 dalam program ini menjamin standar kualitas pelatihan yang diterima oleh para ASN. Sebagai bagian dari unsur pendukung, para lulusan pendidikan ini nantinya diharapkan mampu menjadi kekuatan tambahan yang sigap bergerak sewaktu-waktu saat negara menghadapi ancaman, baik militer maupun nonmiliter.

Implementasi kebijakan pemerintah ini sekaligus memperluas ruang bagi masyarakat, khususnya ASN, untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan NKRI. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.