Marinir Siapkan Alutsista Pertahanan Udara untuk Demo HUT ke-80 TNI

Jakarta, IDM – Menyambut puncak peringatan HUT ke-80 TNI, Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 1 Marinir menyiapkan sejumlah alutsista strategis untuk mendukung demonstrasi kekuatan TNI, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (29/9).
Persiapan dilakukan dengan pemeriksaan personel, peralatan, dan material tempur untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Kendaraan tempur (ranpur) BVP-2 disiapkan sebagai kendaraan tempur berkemampuan manuver tinggi di berbagai medan, sedangkan meriam 35mm Twin Gun Norinco menjadi andalan pertahanan udara dalam menghadapi ancaman pesawat tempur maupun wahana udara musuh.
Baca Juga: Resmikan Monumen Pesawat Fokker 27, KSAU: Tulang Punggung Mobilitas Udara TNI AU
Komandan Yonarhanud 1 Marinir Letkol (Mar) Verdian, menegaskan keterlibatan satuannya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai momentum menunjukkan profesionalisme prajurit kepada bangsa.
"Saya percaya dengan semangat juang dan dedikasi tinggi, kita mampu melaksanakan tugas ini dengan sukses demi kejayaan TNI dan pengabdian kepada NKRI," ujarnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Selasa (30/9).
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan alutsista yang akan tampil di hadapan publik. "Disiplin, tanggung jawab, serta kesiapan Ranpur BVP-2 dan meriam pertahanan udara 35mm Twin Gun Norinco harus benar-benar prima," tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Tambah 6 Pesawat Latih Tempur T-50i untuk TNI AU, Unit Pertama Tiba November
Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai standar operasional agar tidak terjadi kendala teknis pada hari pelaksanaan. Verdian menegaskan, Yonarhanud 1 Marinir berkomitmen menampilkan performa terbaik sekaligus merepresentasikan kekuatan TNI di mata masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengungkapkan TNI AL mengerahkan delapan Satuan Setingkat Brigade (SSB) dan empat Satuan Setingkat Batalyon (SSBn) untuk terlibat puncak perayaan HUT ke-80 TNI di Monas, pada 5 Oktober.
Pasukan yang dilibatkan berasal dari sejumlah komando utama operasi (Kotama) operasi dan pembinaan TNI AL.
Baca Juga: TNI AU dan IAF Matangkan Persiapan Latihan Bersama Elang Shakti Indindo 2025
“Para prajurit yang dikerahkan merupakan gabungan dari jajaran Koarmada TNI AL, Korps Marinir, serta personel dari lembaga pendidikan TNI AL termasuk Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL)” ungkap Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, di Jakarta, Sabtu (27/9).
Selain pengerahan pasukan, TNI AL juga menyiapkan sejumlah alutsista berat untuk memperkuat rangkaian kegiatan HUT ke-80 TNI, meliputi tank amfibi, meriam howitzer, kendaraan rumah sakit lapangan, kendaraan tempur peluncur roket, kendaraan taktis TNI AL, serta rudal yang terpasang di beberapa kapal perang Republik Indonesia (KRI). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































