HANKAM

Marinir Perketat Pengamanan Pulau Rondo Aceh, Pantau Aktivitas Ilegal

Pos Satgasmar Pam Puter XXIX
Pos Satgasmar Pam Puter XXIX di Pulau Rondo, Aceh. Kehadiran prajurit Marinir secara konsisten sejak awal 2000-an menjadi penjaga kedaulatan di pulau paling utara NKRI ini. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Marinir memperketat pengawasan di Pulau Rondo, Aceh, Selasa (21/4). Pasukan dari Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) 1 ini menyisir wilayah pesisir untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal di beranda terdepan Indonesia tersebut.

Pulau Rondo merupakan titik paling utara Indonesia yang terletak di Laut Andaman. Wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah perairan India (Kepulauan Nikobar) dan menjadi jalur pelayaran internasional yang sangat padat sekaligus rawan terhadap pelanggaran hukum di laut.

Prajurit Satgasmar Pam Puter XXIX
Prajurit Satgasmar Pam Puter XXIX melaksanakan patroli pantai di Pulau Rondo, Aceh, Selasa (21/4). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Personel Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pam Puter) XXIX ini menjalankan patroli darat dan pemantauan perairan secara berkala, untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Jaga Selat Malaka, Pangkoarmada RI Temui KSAL Malaysia Bahas Kapal Asing

Komandan Menbanpur 1 Kolonel (Mar) Yuyun Susanto menegaskan, kehadiran pasukannya merupakan wujud nyata pengabdian Korps Marinir. Ia meminta prajurit tidak lengah memantau setiap pergerakan yang mencurigakan.

"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tingkatkan kewaspadaan di wilayah strategis ini. Jalin juga komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar," ujar Yuyun, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Prajurit Satgasmar Pam Puter XXIX
Prajurit Marinir menggunakan teropong untuk memantau perairan sekitar Pulau Rondo, Aceh. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Penempatan personel Marinir di Pulau Rondo telah berlangsung secara konsisten sejak awal tahun 2000-an. Hal ini dilakukan karena pulau tak berpenghuni tersebut memiliki nilai geopolitik tinggi sebagai penanda kedaulatan NKRI di ujung barat.

Baca Juga: Kopaska TNI AL Simulasi Operasi Khusus dari Rebut Pesawat hingga Penanganan Bom

Selain patroli keamanan, prajurit aktif melakukan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial dengan warga setempat. Upaya ini dilakukan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Prajurit Satgasmar Pam Puter XXIX
Penyisiran jalur setapak di tengah vegetasi lebat Pulau Rondo, Aceh. (Foto: Dok. Pasmar 1)

"Setiap personel harus menganggap tugas ini sebagai kehormatan. Kehadiran kita harus mampu mencegah berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas wilayah," tegas Yuyun menambahkan.

Yuyun berharap patroli intensif ini dapat menjamin situasi di Pulau Rondo tetap kondusif. Seluruh unsur pasukan diminta tetap mengedepankan profesionalisme dan dedikasi tinggi selama menjalankan misi di pulau terluar tersebut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.